MENU
Tumpukan Kayu Bekas Banjir di Aceh Utara Terbakar
WA FB
News

Tumpukan Kayu Bekas Banjir di Aceh Utara Terbakar

R Editor : Redaksi Sinata | 14 Feb 2026 | 21:40 WIB
Tumpukan Kayu Bekas Banjir di Aceh Utara Terbakar
Kebakaran tumpukan kayu bekas banjir di Aceh Utara terjadi dini hari dan nyaris mengancam permukiman warga. Api cepat membesar karena cuaca kering, memicu kepanikan dan aksi darurat warga. (Ist)

Aceh Utara, Sinata.id — Ketika sebagian besar warga masih terlelap, cahaya merah menyala tiba-tiba memecah gelap. Bukan dari lampu rumah, melainkan dari tumpukan kayu gelondongan sisa banjir bandang yang terbakar hebat di Desa Geudumbak, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, Sabtu (14/2/2026) dini hari.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 00.23 WIB. Api cepat membesar, menjilat potongan kayu yang sudah mengering berbulan-bulan. Warga yang terbangun oleh bau asap dan suara letupan kayu langsung berhamburan keluar rumah, sebagian berlari ke titik api, sebagian lain mengevakuasi anak-anak dan lansia.

“Sekitar jam setengah satu, api sudah tinggi. Kayunya kering semua, jadi cepat sekali menyala,” ujar seorang warga yang merekam kejadian itu dan mengunggahnya ke media sosial.

“Semoga cepat padam. Doakan,” tulisnya, dikutip dalam unggahan yang kini menyebar luas.

Sisa Bencana Berubah Jadi Ancaman Baru

Kayu-kayu tersebut bukan material biasa. Itu adalah gelondongan yang hanyut saat banjir bandang beberapa bulan lalu dan tertumpuk di tepi desa. Sejak air surut, sisa material itu belum sepenuhnya dibersihkan.

Dalam kondisi cuaca panas dan minim hujan, tumpukan kayu tersebut berubah menjadi bom waktu.

“Sudah lama tidak hujan. Kayu-kayu ini kering sekali. Begitu ada percikan, apinya langsung besar,” kata warga lain di lokasi.

Api yang membesar membuat warga panik karena jarak tumpukan kayu dengan permukiman hanya beberapa ratus meter. Jika angin mengarah ke desa, kobaran bisa dengan cepat menjalar ke rumah-rumah.

Warga Menahan Penyebaran Api dengan Alat Seadanya

Tanpa menunggu lama, warga membentuk barisan darurat. Ada yang membawa ember, ada yang menarik selang air, ada pula yang memukul bara api dengan batang kayu basah.

Situasi mencekam itu berlangsung cukup lama hingga akhirnya api mulai melemah setelah sebagian kayu terbakar habis.

“Kalau telat sedikit saja, bisa merembet ke mana-mana,” ujar seorang warga.

Peristiwa ini kembali membuka luka lama pasca banjir bandang. Bukan hanya soal trauma, tetapi juga soal penanganan sisa material bencana yang dibiarkan menumpuk.

Tag :
ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.