MENU
Ukraina Lancarkan Serangan Drone Besar-besaran ke St Petersburg, Rusia...
WA FB
Dunia

Ukraina Lancarkan Serangan Drone Besar-besaran ke St Petersburg, Rusia Sebut Belum Pernah Terjadi Sebelumnya

T Editor : Tigor Munthe | 06 Jun 2026 | 20:51 WIB
Ukraina Lancarkan Serangan Drone Besar-besaran ke St Petersburg, Rusia Sebut Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Zelenskyy mengunggah sebuah video di media sosial yang menampilkan sejumlah lokasi yang tidak disebutkan, memperlihatkan drone dan ledakan. (Foto: BBC)

JAKARTA, Sinata.id  – Rusia mengklaim Ukraina melancarkan serangan drone terbesar yang pernah menyasar wilayah sekitar St Petersburg sejak perang berlangsung lebih dari empat tahun lalu.

Otoritas Rusia menyebut lebih dari 140 drone Ukraina berhasil ditembak jatuh di wilayah Leningrad yang mengelilingi kota terbesar kedua Rusia tersebut. 

Serangan terjadi bertepatan dengan hari terakhir forum ekonomi internasional tahunan Rusia yang menjadi ajang penting untuk menarik investasi asing.

Gubernur Wilayah Leningrad, Aleksandr Drozdenko, mengatakan serangan tersebut menyebabkan kebakaran di sebuah fasilitas militer dan memaksa evakuasi warga di sekitar lokasi. Meski demikian, ia menyebut kerusakan pada bangunan sipil relatif kecil.

Sementara itu, Gubernur St Petersburg Alexander Beglov untuk pertama kalinya sejak perang dimulai mengimbau warga agar tetap berada di dalam rumah sebagai langkah antisipasi terhadap ancaman serangan udara.

Di pihak lain, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengonfirmasi pasukannya telah menyerang gudang persenjataan dan pangkalan angkatan laut Rusia sebagai respons atas serangan yang selama ini dilakukan Moskow terhadap wilayah Ukraina.

Zelensky menyebut drone Ukraina menempuh jarak hingga sekitar 1.000 kilometer untuk mencapai wilayah St Petersburg dan menargetkan arsenal militer serta pangkalan angkatan laut di Kronstadt, yang menjadi markas utama Armada Baltik Rusia.

Selain itu, Ukraina juga mengklaim berhasil menyerang depot minyak di wilayah Krasnodar yang berjarak sekitar 500 kilometer dari garis depan.

Menurut Zelensky, operasi tersebut merupakan bagian dari strategi serangan jarak jauh untuk melemahkan kemampuan logistik dan militer Rusia.

“Sudah waktunya perang ini diakhiri,” kata Zelensky, sembari menuduh Presiden Rusia Vladimir Putin masih ingin melanjutkan konflik, dikutip dari BBC, Sabtu (6/6/2026).

Serangan terbaru ini terjadi sehari setelah Putin menolak usulan pertemuan langsung dengan Zelensky untuk membahas upaya mengakhiri perang.

Dalam forum ekonomi yang berlangsung di St Petersburg, Putin menegaskan Rusia hanya akan menghentikan operasi militernya apabila seluruh tujuan strategis Moskow telah tercapai.

Rusia tetap menuntut Ukraina menarik diri dari wilayah Donetsk, Luhansk, Kherson, dan Zaporizhzhia yang sebagian besar telah dikuasai pasukan Rusia. Moskow juga meminta Kyiv menghentikan upaya bergabung dengan NATO.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.