Melalui pola pengajaran ini, keluarga menjadi tempat utama pembentukan karakter rohani. Orang tua memiliki peran penting untuk memastikan bahwa anak-anak mengenal Tuhan, menghormati perintah-Nya, dan hidup dalam ketaatan.
Janji Berkat bagi yang Taat
Dalam Ulangan 6:10-11, Tuhan juga menyampaikan janji berkat bagi umat yang hidup menurut perintah-Nya. Tuhan berjanji membawa mereka ke negeri yang baik, dengan kota-kota besar yang tidak mereka dirikan, rumah-rumah yang penuh berkat, sumur yang tidak mereka gali, serta kebun anggur dan zaitun yang tidak mereka tanami.
Hal ini menggambarkan bahwa ketaatan kepada firman Tuhan membawa kehidupan yang diberkati dan sejahtera.
Pertanyaan Perenungan
Renungan ini juga mengajak umat percaya untuk merenungkan beberapa pertanyaan penting:
1. Ada berapa banyak kata “harus” dalam firman Tuhan yang dibaca (ayat 6–9)?
2. Mengapa Tuhan menggunakan kata “harus” dalam perintah tersebut?
3. Apa lawan dari kata harus dalam kehidupan iman?
4. Mengapa firman Tuhan harus diajarkan berulang-ulang kepada anak-anak?
5. Sudahkah orang tua menjalankan tanggung jawab untuk mendidik anak-anak dalam takut akan Tuhan?
Pertanyaan-pertanyaan ini diharapkan mendorong setiap keluarga untuk kembali menempatkan firman Tuhan sebagai dasar kehidupan.
Mendidik anak untuk takut akan Tuhan bukan tugas sesaat, melainkan panggilan seumur hidup bagi setiap orang tua. Ketika firman Tuhan diajarkan terus-menerus di rumah, dalam perjalanan, saat bangun maupun saat beristirahat, maka generasi yang lahir adalah generasi yang mengenal Tuhan, hidup dalam kebenaran, dan menikmati berkat-Nya. (A27)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.