MENU
Undip Kembangkan Robot Serangga Hibrida untuk Operasi SAR Korban Benca...
WA FB
Berita

Undip Kembangkan Robot Serangga Hibrida untuk Operasi SAR Korban Bencana

T Editor : Tigor Munthe | 07 May 2026 | 16:42 WIB
Undip Kembangkan Robot Serangga Hibrida untuk Operasi SAR Korban Bencana
Robot serangga hibrida yang diperkenalkan Universitas Diponegoro kepada Kepala BNPB saat melakukan simulasi di Graha BNPB, Jakarta Timur, Kamis (7/5/2026). (Foto: BNPB)

Jakarta, Sinata.id - Universitas Diponegoro menghadirkan inovasi teknologi unik berupa robot serangga hibrida yang dirancang untuk mendukung operasi pencarian dan pertolongan (SAR) korban bencana.

Teknologi tersebut diperkenalkan dalam audiensi civitas akademika Undip bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana di Graha BNPB, Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis (7/5/2026).

Inovasi karya mahasiswa Undip itu memanfaatkan kecoa madagaskar sebagai basis robot hibrida.

Serangga berukuran besar tersebut dipasangi perangkat elektronik berupa printed circuit board (PCB), antena, sensor, kamera pendeteksi objek manusia maupun hewan, kamera panas, serta sistem microcontroller.

Perangkat yang ditempatkan di bagian punggung kecoa memungkinkan robot mengirimkan data visual terkait kondisi medan sempit dan minim cahaya, seperti reruntuhan bangunan akibat gempa bumi.

Robot serangga itu juga dapat dikendalikan untuk bergerak maju, berbelok, hingga menyesuaikan kondisi lapangan secara alami.

Rektor Undip, Suharnomo mengatakan inovasi tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi kampus dalam mendukung penanggulangan bencana melalui riset dan teknologi.

Sementara itu, Kepala BNPB Suharyanto turut menyaksikan langsung simulasi dan cara kerja robot kecoa hibrida yang disebut telah meraih sejumlah penghargaan sains internasional.

Menurut Suharyanto, teknologi karya anak bangsa tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan dalam operasi pencarian korban di lokasi bencana yang sulit dijangkau manusia maupun alat konvensional.

“BNPB dan Basarnas pada dasarnya memiliki tugas yang saling berkaitan. Nanti saya akan menghubungi Kepala Basarnas untuk membahas pemanfaatan hasil penemuan adik-adik mahasiswa ini dalam operasi pencarian dan pertolongan,” ujar Suharyanto.

Ia juga menyebut BNPB siap mendukung dari sisi pendanaan apabila teknologi tersebut nantinya disepakati untuk digunakan dalam operasi SAR.

Selain robot serangga hibrida, Undip juga memperkenalkan inovasi lain berupa kursi bersalin portabel untuk kebutuhan persalinan darurat di lokasi pengungsian serta produk makanan pendamping ASI (MPASI) bergizi bernama Nutri Sun D3.

Produk MPASI tersebut dikembangkan guna membantu pemenuhan kebutuhan nutrisi bayi, balita, dan ibu hamil saat situasi tanggap darurat bencana.

Audiensi itu menjadi bagian dari penguatan kolaborasi antara BNPB dan perguruan tinggi dalam menghadirkan inovasi teknologi kebencanaan.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.