MENU
Banner SINATA.ID
Update Bencana Sumut: 1.076 Warga Jadi Korban dalam 488 Kejadian
WA FB
News

Update Bencana Sumut: 1.076 Warga Jadi Korban dalam 488 Kejadian

R Editor : Redaksi Sinata | 29 Nov 2025 | 21:18 WIB
Update Bencana Sumut: 1.076 Warga Jadi Korban dalam 488 Kejadian
Update Bencana Sumut: 1.076 Warga Jadi Korban dalam 488 Kejadian.

Sinata.id - Hingga Sabtu (29/11/2023), Polda Sumut mencatat 488 kejadian dengan 1.076 warga menjadi korban, termasuk 147 meninggal dunia dan 174 masih hilang, sementara lebih dari 28 ribu penduduk terpaksa mengungsi.

Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga menjadi wilayah dengan dampak terparah, memicu pengerahan 3.553 personel untuk evakuasi, pencarian korban, hingga pemulihan akses di area terdampak.

Tanah longsor, banjir bandang, pohon tumbang, hingga puting beliung terus muncul bertubi-tubi di 21 wilayah hukum Polres.

Di balik kepungan bencana itu, tercatat 1.076 warga menjadi korban. Data terbaru menunjukkan 147 orang meninggal dunia, 32 luka berat, 722 luka ringan, 174 warga masih hilang dan dalam pencarian, dan 28.427 pengungsi kini bertahan di titik-titik penampungan darurat.

Tapteng Paling Parah: Satu Wilayah, 691 Korban

Kabupaten Tapanuli Tengah menjadi episentrum bencana dengan 56 kejadian yang menewaskan 47 orang.

Sebanyak 51 warga lainnya masih belum ditemukan, sementara puluhan desa diselimuti lumpur dan material longsor.

Kota Sibolga ikut mencatat tragedi besar: 33 orang meninggal dan 56 hilang, diduga terseret banjir air bah yang datang tanpa peringatan.

Daerah lain seperti Taput, Tapsel, dan Mandailing Natal turut melaporkan lonjakan bencana dengan ribuan warga mengungsi akibat longsor beruntun dan banjir yang menutup akses jalan.

3.553 Personel Turun ke Lapangan — Mobil Repeater, Drone, hingga Starlink Dikerahkan

Untuk pertama kalinya sejak awal November, Polda Sumut mengerahkan 3.553 personel, kekuatan terbesar selama situasi darurat kali ini.

Di medan yang terisolasi, petugas berjibaku membuka akses jalan yang tertutup batu dan pepohonan, mengevakuasi warga, membangun dapur umum, hingga mengatur aliran logistik agar tidak terputus.

Bahkan demi memastikan warga tetap terhubung dengan keluarga, Polda Sumut memasang 5 perangkat Starlink, 60 HT Harris, 1 mobil repeater, 1 mobil Komob, serta 1 drone pemantau.

Upaya ini membuat kepolisian menjadi penyedia internet pertama di lokasi bencana, terutama di Tapanuli Tengah yang sempat benar-benar terputus dari jaringan.

Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto melalui Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Dr. Ferry Walintukan, menegaskan bahwa seluruh jajaran bergerak maksimal tanpa henti sejak hari pertama bencana.

“Personel kami turun ke lokasi untuk SAR, evakuasi korban, membuka akses, dan memastikan bantuan sampai kepada masyarakat,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.