Cuaca ekstrem ini juga membuat upaya evakuasi sering terhenti karena risiko longsor susulan.
Tim SAR Sisir Rumah Warga—Empat Orang Masih Hilang
Tim gabungan sudah menyisir lokasi terdampak sejak subuh, namun proses penyelamatan terhambat oleh medan yang ekstrem.
Lumpurnya tebal, akses sempit, dan bebatuan besar membuat proses pencarian harus dilakukan secara manual.
Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, menyebutkan bahwa fokus utama petugas adalah pencarian empat warga yang belum ditemukan.
“Kondisi di lapangan tidak mudah. Tetapi tim tidak berhenti. Semua potensi titik korban kita cek satu per satu,” ujarnya.
17 Rumah Roboh di Wilayah Kota
Dari data awal, 17 rumah mengalami kerusakan berat, sebagian besar di sekitar Bukit Aido dan Kampung Paten. Beberapa rumah lainnya terpaksa dikosongkan karena berada tepat di bawah tebing yang retak.
Akses jalan di banyak titik terganggu, di antaranya jalan penghubung antar-kelurahan tertutup longsor, jaringan listrik dan air bersih terputus di beberapa blok, sinyal komunikasi sempat hilang di beberapa jam pertama.
Petugas PLN dan PDAM daerah turun ke lapangan untuk memperbaiki jaringan, namun cuaca buruk memperlambat proses.
Potensi Longsor Susulan Masih Tinggi
BPBD Sibolga memperingatkan masyarakat agar tidak mendekati lereng perbukitan karena retakan baru terus muncul. Hujan yang kembali turun berpotensi memicu longsor lanjutan.
“Kami minta masyarakat mengungsi dulu, jangan tunggu sampai tanah bergerak lagi,” ujar seorang petugas BPBD di lokasi.
Kota Sibolga berada dalam kondisi darurat setelah longsor dan banjir bandang meluluhlantakkan enam titik kritis sekaligus.
Dengan cuaca yang belum stabil dan sejumlah warga masih hilang, tim penyelamat terus bekerja tanpa henti. [a46]
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.