Dody menambahkan, kondisi jenazah dilaporkan telah mengalami pembengkakan akibat berada di lokasi selama sekitar enam hari, sehingga menyulitkan proses pengenalan awal di lapangan.
“Kondisi jenazah membesar. Secara visual masih terlihat bagian tubuhnya, tetapi pengenalan langsung cukup sulit,” ungkapnya.
Untuk menemukan sisa korban yang belum dievakuasi, tim SAR gabungan mengubah strategi pencarian. Jika sebelumnya pergerakan dilakukan secara harian, kini tim akan berada di lokasi selama tiga hari berturut-turut dengan perbekalan ransum yang telah disiapkan.
“Kami membagi sektor pencarian dari sektor 1 hingga sektor 8 dengan kode warna berbeda. Strategi ini diterapkan agar jenazah yang berdekatan lokasinya bisa ditemukan lebih cepat,” jelas Dody.
Selain evakuasi korban, tim SAR gabungan juga berhasil menemukan black box pesawat ATR 42-500 dalam kondisi relatif utuh. Black box tersebut terdiri dari dua komponen, yakni Flight Data Recorder (FDR) dan Cockpit Voice Recorder (CVR).
Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko, memastikan temuan tersebut akan segera diserahkan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk keperluan investigasi.
“Tugas kami hanya mencari dan menemukan. Sesuai kesepakatan, black box akan diserahkan kepada KNKT karena mereka yang berwenang melakukan investigasi,” ujarnya dalam konferensi pers di Posko AJU, Pangkep, Rabu (21/1/2026).
Sebelumnya, Kolonel Inf Dody Triyo Hadi menyebutkan black box ditemukan sekitar pukul 11.00 WITA, menempel di bagian ekor pesawat.
“Secara visual, kondisinya terlihat utuh. Namun penetapan resmi dan pemeriksaan lanjutan tetap menjadi kewenangan KNKT,” katanya.
Selain black box, tim gabungan juga menemukan sejumlah barang pribadi milik korban, antara lain laptop, buku catatan, serta paspor milik kopilot ATR 42-500, Farhan Gunawan. (A02)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.