Sementara RSUD Notopuro mencatat 40 korban, dengan 30 rawat jalan, delapan rawat inap, dan dua korban meninggal di Instalasi Gawat Darurat.
Direktur RSUD Notopuro, Atok Irawan, menjelaskan bahwa dua santri meninggal dunia dalam kondisi kritis sebelum sempat mendapat perawatan lebih lanjut.
“Mereka wafat pada pukul 07.30 dan 09.30 WIB di IGD. Tim medis kami terus bersiaga dengan dokter bedah dan dokter anestesi di lokasi kejadian,” jelas Atok.
KH Abdus Salam Mujib, pengasuh Ponpes Al Khoziny, mengaku terpukul.
Mujib menuturkan pembangunan musala sudah berjalan hampir 10 bulan.
“Ini pengecoran terakhir, dari pagi sudah dikerjakan. Saya tidak menyangka bisa jebol tiba-tiba,” ungkapnya. (A46)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.