MENU
Usai Rafah Dibuka, Gaza Kembali Dibombardir: 24 Tewas, Tenaga Medis Ja...
WA FB
Dunia

Usai Rafah Dibuka, Gaza Kembali Dibombardir: 24 Tewas, Tenaga Medis Jadi Korban

R Editor : Redaksi Sinata | 05 Feb 2026 | 20:45 WIB
Usai Rafah Dibuka, Gaza Kembali Dibombardir: 24 Tewas, Tenaga Medis Jadi Korban
Gencatan senjata Gaza kembali runtuh setelah serangan udara Israel menewaskan puluhan warga, termasuk anak-anak. Rumah sakit kewalahan dan krisis kemanusiaan memburuk. (Ist)

Gaza, Sinata.id – Harapan akan jeda tembak kembali runtuh. Dentuman bom mengguncang Jalur Gaza, Rabu (4/2/2026), hanya beberapa pekan setelah fase lanjutan gencatan senjata dimulai. Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan sedikitnya 24 warga Palestina tewas dalam serangan udara Israel yang datang bertubi-tubi, menyapu permukiman hingga tenda pengungsian.

Serangan ini terjadi setelah militer Israel menyatakan seorang perwira mereka mengalami luka berat akibat tembakan dari pihak lawan. Kedua kubu—Israel dan Hamas—kembali saling menuding sebagai pemicu pecahnya kesepakatan yang dimediasi Amerika Serikat.

Ironisnya, rentetan serangan muncul tak lama setelah sebagian akses penyeberangan Rafah dibuka kembali—jalur vital Gaza–Mesir yang menjadi satu-satunya pintu tanpa melewati wilayah Israel. Alih-alih menjadi lorong harapan, Rafah kini kembali dibayangi ledakan.

Dikutip Kamis (5/2/2026), otoritas kesehatan setempat mencatat 21 korban tewas, termasuk tiga anak, dan 38 orang luka-luka dari serangan awal. Badan pertahanan sipil kemudian menemukan dua korban jiwa tambahan setelah sebuah tenda pengungsi di wilayah tengah Gaza dihantam rudal, melukai delapan orang. Di barat Kota Gaza, serangan terpisah merenggut satu nyawa lagi.

Di lapangan, Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah menyatakan kemarahan mendalam atas tewasnya seorang paramedis, Hussein Hassan Hussein Al-Samiri, saat bertugas di kawasan Al-Mawasi, Gaza selatan.

Militer Israel menyatakan operasi udara dilakukan sebagai respons atas tembakan yang melukai perwiranya. Mereka mengklaim target di Gaza selatan termasuk Bilal Abu Assi, yang disebut sebagai komandan peleton Hamas dan dituding terlibat dalam serangan 7 Oktober 2023 ke sebuah kibbutz di Israel—peristiwa yang memicu perang besar.

Israel juga menyebut tewasnya Ali Raziana, yang diklaim sebagai komandan Brigade Gaza Utara dari Jihad Islam, serta Muhammad Issam Hassan Al-Habil, anggota Hamas yang dituduh terlibat dalam pembunuhan tentara Israel Noa Marciano saat disandera.

Meski mengakui adanya korban sipil, termasuk tenaga medis, militer Israel menyatakan telah berupaya menekan dampak terhadap warga nonkombatan.

Kesaksian warga memperlihatkan sisi paling kelam dari eskalasi ini. Abu Mohammed Haboush, warga Kota Gaza, mengatakan keluarganya tengah terlelap ketika ledakan dan tembakan menghantam lingkungan mereka.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.