Pematangsiantar, Sinata.id - Duka mendalam menyelimuti sebuah keluarga kecil dan warga sekitar setelah kepergian seorang remaja putri bernama Velly Irawan. Gadis berusia 15 tahun itu meninggal dunia usai terserempet kereta api di Jalan Ahmad Yani, Kota Pematangsiantar, beberapa hari lalu. Peristiwa tragis tersebut terjadi begitu cepat, mengubah kebahagiaan sederhana menjadi kesedihan yang sulit terobati.
Velly dikenal sebagai sosok pendiam, lembut, dan penuh perhatian. Sehari-hari, ia tinggal bersama sang nenek karena kedua orang tuanya bekerja di perantauan—ibunya mencari nafkah di Malaysia, sementara ayahnya berada jauh dari rumah. Meski jarang terlihat bergaul di luar, kehadiran Velly selalu meninggalkan kesan hangat bagi mereka yang mengenalnya.
“Dia anaknya baik, selalu membantu neneknya dan tidak pernah bikin masalah. Kami benar-benar terpukul mendengar kabar ini,” ujar seorang tetangga dengan nada lirih, Sabtu (24/1/2026).
Kepergian Velly membuat suasana lingkungan yang biasanya tenang terasa hening. Rumah yang dulu dipenuhi tawa kini sunyi, menyisakan kenangan tentang sosok remaja yang sederhana namun penuh kasih.
Tragedi ini menjadi luka mendalam, terutama bagi sang nenek dan keluarga yang berada jauh di perantauan. Velly mungkin telah pergi, tetapi kebaikan dan kehangatannya akan terus hidup dalam ingatan orang-orang yang mencintainya. Selamat jalan, Velly. Doa dan penguatan mengiringi keluarga yang ditinggalkan. (SN10)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.