Penyaliban di Antara Dua Penyamun
Yesus tidak disalibkan sendirian. Hal ini menggenapi nubuatan bahwa Ia akan terhitung di antara para pemberontak.
Firman Tuhan: “Bersama dengan Dia disalibkan dua orang penyamun, seorang di sebelah kanan-Nya dan seorang di sebelah kiri-Nya.” (Markus 15:27)
Makna Teologis
Perjalanan ini bukan sekadar penderitaan fisik, melainkan ketaatan total Kristus untuk menanggung dosa umat manusia.
Sebagaimana dinubuatkan dalam Yesaya 53:5: “Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.”
Perjalanan Via Dolorosa bukan hanya kisah luka dan penderitaan, melainkan jejak kasih yang tak terbatas dari Tuhan bagi manusia. Setiap langkah yang ditempuh Tuhan Yesus menuju Golgota adalah bukti ketaatan, pengorbanan, dan cinta yang rela menanggung dosa dunia.
Dari cambukan hingga salib, dari hinaan hingga kematian, semuanya bukanlah akhir, melainkan jalan menuju kemenangan dan keselamatan.
Melalui penderitaan-Nya, kita diajar untuk setia dalam ujian, kuat dalam penderitaan, serta tetap percaya bahwa rencana Tuhan selalu indah pada waktunya.
Kiranya setiap hati yang merenungkan Via Dolorosa semakin diteguhkan dalam iman, dipenuhi pengharapan, dan hidup dalam kasih yang nyata kepada sesama.
“Sebab oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.” (Yesaya 53:5). Haleluya. (A27)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.