MENU
Video Pengeroyokan Remaja di Langkat Viral, Dua Pelajar SMA Diamankan...
WA FB
News

Video Pengeroyokan Remaja di Langkat Viral, Dua Pelajar SMA Diamankan Polisi

R Editor : Redaksi Sinata | 26 Oct 2025 | 19:55 WIB
Video Pengeroyokan Remaja di Langkat Viral, Dua Pelajar SMA Diamankan Polisi
Video pengeroyokan remaja di Langkat viral di media sosial. Polisi bertindak cepat, dua pelaku diamankan. (Dok. Polres Langkat)

Sinata.id - Sebuah video yang memperlihatkan aksi pengeroyokan antar remaja mendadak viral di media sosial. Dalam rekaman berdurasi singkat itu, tampak beberapa remaja terlibat adu pukul di pinggir jalan, hingga akhirnya memicu perhatian publik dan aparat kepolisian.

Tak butuh waktu lama, Polres Langkat langsung bertindak cepat. Dua remaja yang diduga menjadi pelaku utama, keduanya masih berstatus pelajar SMA, berhasil diamankan bersama dua korban yang juga masih di bawah umur.

PS Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Langkat, Ipda Esther, menjelaskan bahwa penyelidikan dimulai segera setelah video tersebut menyebar luas.

“Kami mengamankan dua pelaku berikut dua korban. Dari hasil awal, aksi ini dipicu oleh perselisihan pribadi antar remaja,” ujarnya, Minggu (26/10/2025).

Menurut keterangan pihak kepolisian, kejadian itu berawal dari cekcok kecil di antara mereka.

Namun, emosi yang tak terkendali membuat para pelaku membawa korban ke Simpang Ladang, Kecamatan Tanjung Pura, wilayah hukum Polsek Hinai, untuk “menyelesaikan masalah” dengan cara kekerasan.

Situasi yang seharusnya bisa diredam akhirnya berubah menjadi aksi pengeroyokan yang terekam kamera ponsel.

Video itulah yang kemudian viral dan memicu kemarahan warganet.

Pihak kepolisian tak tinggal diam. Mereka memanggil pihak sekolah dan keluarga masing-masing pelaku serta korban untuk proses mediasi dan pemeriksaan.

Bahkan, tim dari UPTD PPA Langkat turut dilibatkan karena seluruh pihak yang terlibat masih di bawah umur.

Kapolres Langkat, AKBP David Triyo Prasojo, menegaskan bahwa polisi berkomitmen untuk melindungi seluruh warga, terutama anak-anak dan pelajar yang rentan terjerumus dalam perilaku kekerasan.

“Kasus ini menjadi pelajaran penting bagi semua pihak. Minimnya pengawasan dari lingkungan sekitar bisa berujung pada perkelahian hingga perundungan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan agar para orang tua, guru, dan masyarakat tidak lepas tangan dalam mengawasi anak-anak di usia remaja yang sedang mencari jati diri.

“Peran keluarga dan sekolah sangat vital. Jangan biarkan anak-anak tumbuh tanpa arahan, karena dari situlah bibit kekerasan bisa muncul,” tambahnya.

Kini, kedua pelaku tengah menjalani pemeriksaan intensif di Polres Langkat.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.