Pematangsiantar, Sinata.id – Pencarian terkait video viral “17 menit Teh Pucuk” kembali ramai di media sosial.
Hingga saat ini, warganet Indonesia masih memburu klaim terbaru yang menyebut adanya versi “tanpa sensor” dari video tersebut. .
Isu ini mencuat setelah sejumlah akun di TikTok, Instagram, Facebook, hingga X menyebarkan potongan video yang diklaim menampilkan wajah pemeran secara jelas.
Seperti dilansir Minggu (22/2/2026), narasi yang beredar menyebut pemeran dalam video merupakan mahasiswa KKN di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Namun, hingga kini belum ada bukti valid yang dapat mengonfirmasi kebenaran klaim tersebut.
Benarkah Ada Video 17 Menit Versi Tanpa Sensor?
Sejumlah penelusuran menunjukkan klaim mengenai video 17 menit versi “tanpa sensor” belum dapat diverifikasi. Tidak ditemukan rekaman asli yang bisa dipastikan keasliannya, dan tidak ada laporan resmi dari pihak berwenang yang membenarkan narasi sensasional tersebut.
Banyak pihak menilai isu ini sebagai hoaks atau strategi clickbait yang sengaja dibuat untuk memancing rasa penasaran publik dan meningkatkan trafik di media sosial. Sejumlah tautan yang beredar justru mengarah ke situs tidak jelas dan mencurigakan.
Waspada Modus Phishing Berkedok Video Viral
Fenomena viral seperti ini kerap dimanfaatkan pelaku kejahatan siber. Tautan yang diklaim sebagai “link video lengkap” sering kali menjadi jebakan phishing.
Pengguna biasanya diarahkan ke situs palsu yang meminta login akun, data pribadi, bahkan informasi perbankan. Tanpa disadari, data tersebut dapat dicuri dan disalahgunakan.
Risiko yang dapat terjadi antara lain:
Akun media sosial diretas
Rekening dibobol
Data pribadi digunakan untuk pinjaman online ilegal
Identitas disalahgunakan untuk tindakan kriminal
Karena itu, masyarakat diimbau tidak sembarangan mengklik tautan dari sumber yang tidak jelas.
Konten Viral dan Dampak Sosial
Isu video viral ini juga memicu kekhawatiran karena berpotensi diakses oleh anak-anak dan remaja. Penyebaran tanpa kontrol dapat menimbulkan dampak negatif secara sosial maupun psikologis.
Sejumlah warganet yang mengaku telah menonton konten yang beredar bahkan menyebut isi video tidak sesuai dengan narasi sensasional yang ramai diperbincangkan. Hal ini semakin menguatkan dugaan bahwa isu tersebut dibesar-besarkan demi menarik perhatian publik.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.