MENU
Viral Fenomena Mengerikan dari Danau Toba: Ribuan Ikan Mati Mendadak
WA FB
News

Viral Fenomena Mengerikan dari Danau Toba: Ribuan Ikan Mati Mendadak

R Editor : Redaksi Sinata | 30 Jul 2025 | 18:08 WIB
Viral Fenomena Mengerikan dari Danau Toba: Ribuan Ikan Mati Mendadak
Fenomena ikan mati di Danau Toba.

Samosir, Sinata.id Di tengah keheningan pagi yang biasanya menyambut nelayan dengan harapan danau yang tenang, hari itu Danau Toba justru menyuguhkan pemandangan yang memilukan. Ratusan, bahkan ribuan ikan, tampak mengambang tak bernyawa di permukaan air yang keruh. Aroma amis menusuk. Air mata tumpah. Dan dunia maya pun ikut bergetar.

Sebuah video berdurasi 26 detik menyebar bak api di musim kemarau. Di dalamnya, seorang pria bersuara lirih tapi penuh guncangan emosional berkata, “Aduh Danau Toba, ikannya naik semua ke atas... Kenapa la seperti ini, ada apa denganmu di bawah sana?”  Demikian narasi yang terdengar seperti jeritan batin itu segera menyulut simpati, dikutip Sinata.id pada Rabu, 30 Juli 2025, dari video yang beredar.

Seketika, lini masa media sosial dibanjiri spekulasi. “Pencemaran!” kata sebagian. “Limbah industri!” tuduh yang lain. Namun, ketika mata tertuju pada air danau yang tampak kehijauan dan keruh, semua orang tahu: ini bukan hanya tentang ikan mati. Ini tentang sesuatu yang jauh lebih dalam, dan mungkin jauh lebih menakutkan.

Abner Tarigan, Kepala UPTD Kualitas Air Danau Toba dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Sumut, mencoba meredam kegelisahan. Menurutnya, ombak besar telah mengangkat lumpur dari dasar danau, membuat air menjadi keruh. Namun pengakuannya juga mencerminkan ketidakpastian. “Video itu saya juga lihat dari Facebook, tapi saya tidak bisa memastikan kebenarannya,” ucapnya, seperti dikutip Sinata.id via Detikcom.

Lalu muncullah suara dari kalangan ilmiah. Dr. Ir. Lukman, M.Si., peneliti dari BRIN, membawa angin baru—angin yang tak kalah menyeramkan. Ia menyebut fenomena ini sebagai "pembalikan massa air" atau turnover—sebuah kejadian alamiah yang nyaris tak kasatmata tapi mematikan.

Di wilayah Pangururan yang tertutup dan dalam, air dari dasar danau yang mengandung gas-gas beracun seperti hidrogen sulfida, metana, dan karbon dioksida terdorong ke permukaan akibat perubahan suhu atau tekanan. Gas-gas itu, dalam senyapnya, membunuh kehidupan di dalam air. “Kalau kadar oksigen sudah nol, ikan akan mati lemas. Mereka tidak punya tempat berpindah, apalagi di area karamba,” jelas Lukman, dilansir GoRiau.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.