Sejumlah pengamat menilai filter kecantikan berpotensi memicu krisis kepercayaan diri, terutama di kalangan remaja perempuan. Ketika standar visual di media sosial sudah melalui proses penyempurnaan digital, banyak pengguna merasa tidak cukup “sempurna” dalam kehidupan nyata.
Kasus ini bukan yang pertama. Pada 2019, streamer Qiaobiluo Dianxia juga sempat viral setelah filter yang digunakannya rusak saat siaran langsung, mengungkap perbedaan mencolok antara persona digital dan penampilan aslinya.
Fenomena tersebut terus menyoroti kuatnya budaya “persona virtual” dalam industri live streaming yang sangat kompetitif dan berorientasi visual. (A02)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.