MENU
Viral! Ketua RT di Banjarnegara Diduga Rekam Tetangga Mandi, Laporan P...
WA FB
News

Viral! Ketua RT di Banjarnegara Diduga Rekam Tetangga Mandi, Laporan Polisi Mandek

R Editor : Redaksi Sinata | 22 Feb 2026 | 18:05 WIB
Viral! Ketua RT di Banjarnegara Diduga Rekam Tetangga Mandi, Laporan Polisi Mandek
Ilustrasi. (Ist)

Banjarnegara, Sinata.id — Sebuah kasus dugaan pelanggaran privasi yang melibatkan ketua RW/RT di Banjarnegara menjadi viral dan memicu kecaman luas di media sosial. Pria yang menjabat sebagai Ketua RT di Desa Karangkobar, Kecamatan Karangkobar itu diduga bertahun-tahun merekam aktivitas mandi seorang tetangganya tanpa sepengetahuan atau izin, hingga akhirnya terungkap dan diunggah ke publik.

Video pengakuan keluarga korban yang diunggah melalui akun Instagram @rahayuning__ pada Jumat (20/2/2026) kini telah ditonton jutaan kali, mempercepat penyebaran kasus ini di jagat maya.

Menurut penuturan anak korban, peristiwa ini pertama kali terungkap pada 2 Oktober 2025. Saat itu, sang ibu yang baru selesai mandi dan hendak berwudhu menemukan sebuah ponsel yang tertancap pada ventilasi kamar mandi yang mengarah langsung ke area pribadinya.

“Ibu saya mendapati ponsel yang terlihat di lubang ventilasi sedang merekam. Saat itu korban berteriak, dan pelaku langsung mengambil ponselnya serta menghilang,” ujar anak korban dalam unggahan video tersebut, dikutip Minggu (22/2/2026).

Saksi lain yang merupakan adik dari korban menyebutkan bahwa teman sekelas anak terduga pelaku pernah mengungkapkan bahwa di ponsel ayahnya ada video sekitar rumah tetangga, yang kemudian memicu kecurigaan keluarga korban sejak 2024.

Upaya penyelesaian secara kekeluargaan pernah diupayakan bersama kepala desa dan perangkat setempat. Dalam mediasi itu, terduga pelaku sempat mengaku memiliki video korban, tetapi ia membantah merekamnya sendiri.

“Dia bilang videonya dikirim orang lain atau handphone dibajak — penyangkalan yang tak logis,” ujar anak korban sambil menyatakan kekecewaannya terhadap jawaban pelaku.

Ketika dipanggil oleh pihak kepolisian, pelaku juga tidak mau mengakui secara tegas bahwa dirinya melakukan rekaman tersebut.

Keluarga korban melaporkan kejadian ini ke Polres Banjarnegara pada 10 Oktober 2025. Namun sejak saat itu hingga sekarang, menurut anak korban, laporan itu belum menunjukkan perkembangan yang jelas. Ketidakjelasan proses hukum ini dikeluhkan keluarga dan menjadi salah satu alasan utama video kasus tersebut disebarkan secara luas untuk menggaet perhatian publik.

Korban dan keluarganya berharap dengan viralnya kasus ini, aparat penegak hukum akan meningkatkan perhatian dan menindaklanjuti laporan tersebut secara tegas. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian atau terduga pelaku terkait perkembangan terbaru kasus ini. [a46]

Tag :
ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.