Kutai Kartanegara, Sinata.id — Sebuah video yang memperlihatkan para siswa SDN 001 Muara Badak membawa pulang buah kelapa utuh sebagai bagian dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyebar cepat di media sosial. Unggahan itu kemudian menjadi perbincangan hangat netizen karena menu yang dibagikan berbeda jauh dari makanan sekolah pada umumnya.
Dalam rekaman yang beredar di Instagram, terlihat ratusan siswa memegang satu buah kelapa utuh yang masih berkulit dan dibungkus plastik ketika menerima pembagian MBG. Buah tersebut kemudian dibawa pulang oleh masing-masing anak dalam keadaan belum dikupas.
“Kita lihat setiap anak menerima satu kelapa utuh. Ini jadi perhatian netizen karena bentuknya tidak biasa,” ujar seorang warganet yang mengunggah video tersebut di akun @pembasmii.kehaluan, dikutip Sabtu (14/2/2026).
Menu MBG yang Bikin Netizen Bertanya-tanya
Program MBG selama ini dipahami sebagai upaya pemerintah untuk memastikan siswa mendapatkan asupan gizi yang seimbang di sekolah. Namun, pembagian buah kelapa utuh tersebut menjadi fenomena tak terduga karena berbeda dengan menu siap santap atau buah potong yang biasa diberikan dalam program sejenis.
Sejumlah pengguna media sosial mempertanyakan apakah kelapa utuh ini merupakan bagian dari menu buah sekolah, atau justru termasuk kategori MBG versi “kering” yang mungkin diterapkan di daerah tertentu. Belum ada penjelasan resmi terkait teknis pembagian dan tujuannya dari pihak sekolah atau instansi terkait.
Beberapa netizen juga menyoroti bahwa ukuran kelapa dan beratnya membuat beberapa siswa tampak kesulitan untuk membawanya pulang tanpa bantuan orang dewasa. Momen ini lantas memicu beragam reaksi, dari yang menyebutnya unik hingga yang mempertanyakan kesesuaian dengan tujuan dasar program gizi.
Reaksi Publik: Antara Lucu, Unik, dan Butuh Evaluasi
Hingga Jumat sore, unggahan video tersebut telah disukai lebih dari ribuan pengguna Instagram dan menuai ratusan komentar. Beberapa warganet justru turut membagikan pengalaman pribadi mereka terkait pembagian MBG di daerah lain.
Seorang pengguna menyebut bahwa mereka pernah menerima kelapa yang sudah disegel seperti di supermarket dari posyandu, bersama dengan makanan lain seperti roti dan susu. “Dapat dari posyandu, dua hari sekali ada makanan basah, buah, roti, dan susu,” tulis akun @rismacorniasyah di kolom komentar.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.