MENU
📍Siantar 📍Simalungun 📍Medan 📍Singkil 📍Taput 📍Sibolga
Viral Video “Ukhti Mukena Pink” Ramai Dicari, Waspada Link Berbahaya d...
WA FB
News

Viral Video “Ukhti Mukena Pink” Ramai Dicari, Waspada Link Berbahaya di Medsos

J Editor : Jansen Siahaan | 08 Mar 2026 | 20:55 WIB
Viral Video “Ukhti Mukena Pink” Ramai Dicari, Waspada Link Berbahaya di Medsos
Video mukena pink viral. (tangkapanlayar)

Pematangsiantar, Sinata.id – Pencarian tautan video yang disebut-sebut sebagai “video ukhti mukena pink” tengah ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial dalam beberapa hari terakhir.

Seperti dilansir Minggu (8/3/2026), banyak pengguna internet berusaha menemukan tautan yang diklaim berisi video berdurasi panjang atau versi yang disebut-sebut “tanpa sensor” dari rekaman yang viral tersebut. Namun, masyarakat diimbau agar tidak langsung mempercayai tautan yang beredar di media sosial.

Pasalnya, sejumlah link yang dibagikan berpotensi menjadi jebakan penipuan digital yang dapat mengancam keamanan data pribadi pengguna.

Fenomena ini menjadi contoh bagaimana konten viral kerap dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk menyebarkan tautan berbahaya demi memperoleh keuntungan tertentu.

Awal Mula Video Mukena Pink Viral

Ramainya pencarian video tersebut bermula dari beredarnya potongan klip singkat di media sosial.

Dalam video tersebut terlihat seorang perempuan mengenakan mukena berwarna pink bermotif bunga sedang duduk di atas sajadah. Rekaman singkat itu memperlihatkan momen seseorang yang tampak sedang bersiap sebelum melaksanakan salat.

Secara umum, video tersebut tidak menunjukkan kejadian mencurigakan. Namun perhatian warganet tertuju pada kotak sensor berwarna putih yang terlihat pada bagian tertentu di dalam video.

Keberadaan sensor tersebut memicu berbagai spekulasi di media sosial. Banyak pengguna internet kemudian menduga adanya versi video yang lebih panjang, sehingga memicu rasa penasaran dan pencarian tautan di berbagai platform.

Waspada Penipuan Berkedok Link Video

Berdasarkan pantauan di berbagai kolom komentar dan fitur pencarian, terjadi lonjakan permintaan tautan yang diklaim sebagai versi asli atau versi lengkap dari video tersebut.

Situasi ini kemudian dimanfaatkan oleh akun-akun mencurigakan yang menyebarkan tautan dengan narasi provokatif untuk menjaring korban.

Para ahli keamanan digital mengingatkan bahwa tautan sensasional seperti itu berpotensi membawa ancaman serius, antara lain:

Phishing, yakni metode pencurian data pribadi seperti kata sandi akun media sosial hingga akses perbankan digital.

Malware, yaitu perangkat lunak berbahaya yang dapat menyusup ke ponsel atau komputer dan mencuri data tanpa sepengetahuan pengguna.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.