MENU
Virus Nipah Kembali Mewabah, Indonesia Perketat Pengawasan di Pintu Ma...
WA FB
News

Virus Nipah Kembali Mewabah, Indonesia Perketat Pengawasan di Pintu Masuk Negara

R Editor : Redaksi Sinata | 04 Feb 2026 | 19:11 WIB
Virus Nipah Kembali Mewabah, Indonesia Perketat Pengawasan di Pintu Masuk Negara
Virus Nipah kembali mewabah di India, Indonesia perketat pengawasan hewan dan tumbuhan di pintu masuk untuk cegah masuknya penyakit mematikan. (Ist)

Jakarta, Sinata.id – Virus Nipah (NiV) kembali menjadi sorotan dunia, setelah dilaporkan mewabah di beberapa negara, termasuk India. Pemerintah Indonesia pun meningkatkan kewaspadaan, dengan memperketat pengawasan di pintu masuk negara untuk mencegah masuknya virus zoonosis yang mematikan ini.

Virus Nipah merupakan penyakit menular dari hewan ke manusia, termasuk dalam genus Henipavirus dan keluarga Paramyxoviridae. Virus ini pertama kali muncul pada 1998 di Malaysia, saat terjadi wabah di kalangan peternak babi.

Sebagai langkah antisipasi, Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (Karantina) Banten memperketat pengawasan lalu lintas hewan dari negara terdampak, khususnya India, melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang.

“Untuk dari negara yang sedang outbreak, India, kita sudah melarang masuknya hewan-hewan seperti kelelawar dan babi ke Indonesia,” ujar Duma Sari Margaretha Harianja, Kepala Karantina Banten, Rabu (4/2/2026).

Selain hewan, pihak Karantina juga meningkatkan pengawasan terhadap tumbuhan dari negara terdampak. Duma menekankan, langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pencegahan menyeluruh.

“Kami menerapkan biosecurity dan penggunaan alat pelindung diri bagi setiap petugas yang melakukan tindakan karantina, untuk meminimalkan risiko penularan,” tambahnya.

Bahaya Virus Nipah

Sejak pertama kali ditemukan, Virus Nipah menjadi perhatian global karena tingkat kematian yang tinggi dan potensi menimbulkan wabah besar. Data dari World Health Organization (WHO) mencatat infeksi NiV dapat menyebabkan penyakit berat, mulai dari gangguan pernapasan hingga ensefalitis, atau peradangan otak yang berisiko fatal.

Hingga kini, belum tersedia vaksin atau pengobatan khusus untuk virus Nipah. Oleh karena itu, pencegahan dan deteksi dini menjadi strategi utama pengendalian penyakit ini.

Jalur Penularan Virus Nipah

Reservoir alami virus Nipah adalah kelelawar buah genus Pteropus, dikenal sebagai flying fox. Hewan ini dapat membawa virus tanpa menunjukkan gejala. Penularan kemudian dapat terjadi ke hewan lain, seperti babi, atau langsung ke manusia.

Beberapa jalur penularan virus Nipah antara lain:

  1. Hewan ke manusia: Kontak langsung dengan hewan terinfeksi, terutama kelelawar dan babi.

  2. Makanan terkontaminasi: Konsumsi nira kelapa mentah atau buah yang terpapar air liur kelelawar.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.