MENU
Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius, 3 Orang Tewas
WA FB
Berita

Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius, 3 Orang Tewas

R Editor : Redaksi | 05 May 2026 | 16:40 WIB
Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius, 3 Orang Tewas
Gambar ilustrasi. foto: ai

Sinata.id - Sebuah kapal pesiar ekspedisi, MV Hondius, dilaporkan terdampar di perairan lepas Praia, Cabo Verde, setelah muncul dugaan wabah hantavirus di antara penumpang dan awak. Hingga Selasa (5/5/2026), sedikitnya 3 orang dilaporkan meninggal dunia, sejumlah lainnya mengalami gangguan pernapasan.

Kapal yang dioperasikan oleh Oceanwide Expeditions itu membawa 147 orang, terdiri dari 88 penumpang dan 59 awak dari 23 negara.

Otoritas dilaporkan setempat menolak kapal tersebut untuk bersandar sebagai langkah pencegahan terhadap potensi penyebaran penyakit.

Kasus kesehatan di atas kapal mulai terdeteksi ketika sejumlah penumpang mengalami demam dan gangguan pencernaan selama pelayaran.

Kondisi mereka kemudian memburuk dengan cepat menjadi pneumonia, sindrom gangguan pernapasan akut (ARDS), hingga syok.

Infeksi hantavirus pertama kali dikonfirmasi melalui uji laboratorium di Afrika Selatan pada 2 Mei 2026, pada seorang pasien yang berada dalam kondisi kritis.

Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) per 4 Mei mencatat sejumlah kasus terkonfirmasi maupun suspek yang terkait dengan kapal tersebut.

Kasus pertama dialami seorang pria dewasa yang mulai menunjukkan gejala demam, sakit kepala, dan diare ringan pada 6 April saat berada di kapal.

Kondisinya memburuk menjadi sesak napas pada 11 April dan ia meninggal pada hari yang sama. Jenazahnya kemudian dipindahkan ke Saint Helena pada 24 April tanpa dilakukan pengujian mikrobiologi.

Kasus kedua melibatkan seorang perempuan dewasa yang merupakan kontak erat dari kasus pertama. Ia turun di Saint Helena pada 24 April dengan gejala gangguan pencernaan.

Kondisinya memburuk saat penerbangan menuju Johannesburg, Afrika Selatan, dan meninggal pada 26 April setibanya di unit gawat darurat.

Hasil uji PCR pada 4 Mei mengonfirmasi infeksi hantavirus, dan pelacakan kontak terhadap penumpang dalam penerbangan tersebut telah dilakukan.

Kedua kasus awal diketahui memiliki riwayat perjalanan di Amerika Selatan, termasuk Argentina, sebelum naik kapal pada 1 April 2026.

Kasus ketiga adalah seorang pria dewasa yang memeriksakan diri ke dokter kapal pada 24 April dengan gejala demam, sesak napas, dan pneumonia.

Kondisinya memburuk dua hari kemudian dan ia dievakuasi dari Ascension ke Afrika Selatan pada 27 April. Hasil uji PCR pada 2 Mei mengonfirmasi infeksi hantavirus, dan saat ini pasien dirawat di unit perawatan intensif.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.