MENU
Warga Panik Tinggalkan Beirut Selatan Usai Israel Ancam Gempur Basis H...
WA FB
Dunia

Warga Panik Tinggalkan Beirut Selatan Usai Israel Ancam Gempur Basis Hizbullah

T Editor : Tigor Munthe | 01 Jun 2026 | 21:07 WIB
Warga Panik Tinggalkan Beirut Selatan Usai Israel Ancam Gempur Basis Hizbullah
Kemacetan kendaraan saat warga meninggalkan kawasan pinggiran selatan Beirut. (Foto: ksat)

BEIRUT, Sinata.id  – Ribuan warga mulai meninggalkan wilayah Dahiyeh, pinggiran selatan ibu kota Lebanon, Beirut, setelah pemerintah Israel memerintahkan serangan terhadap kawasan yang dikenal sebagai basis utama kelompok Hizbullah tersebut, Senin (1/6/2026).

Jalan-jalan utama menuju luar kawasan dilaporkan dipadati kendaraan warga yang berupaya menyelamatkan diri menyusul pengumuman serangan yang disampaikan oleh pemerintah Israel pada pagi hari waktu setempat.

Menurut laporan dari lapangan, banyak keluarga langsung mengemasi barang-barang penting dan meninggalkan rumah mereka sesaat setelah pernyataan resmi dikeluarkan oleh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dan Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz.

Situasi semakin sulit karena sebagian besar tempat penampungan darurat yang dikelola pemerintah Lebanon dilaporkan telah penuh. Banyak warga akhirnya memilih bertahan di dalam kendaraan sambil menunggu perkembangan situasi keamanan. Israel Ancam Tak Ada Ketenangan di Beirut Dalam pernyataannya, Israel Katz menegaskan bahwa tidak akan ada ketenangan di Beirut jika serangan Hizbullah terhadap wilayah Israel terus berlanjut.

“Jika tidak ada ketenangan di Israel utara, maka tidak akan ada ketenangan di Beirut,” tegas Katz, dikutip dari Aljazeera.

Ia juga menyatakan militer Israel akan terus melakukan operasi terhadap posisi dan infrastruktur Hizbullah di Lebanon selatan, serta berupaya menjadikan kawasan Sungai Litani sebagai zona keamanan yang berada di bawah kendali militer Israel.

Ancaman tersebut muncul sehari setelah pasukan Israel merebut Kastel Beaufort di Lebanon selatan, sebuah benteng bersejarah yang memiliki nilai strategis dan pernah digunakan Israel sebagai basis militer selama pendudukan wilayah Lebanon selatan hingga tahun 2000.

Netanyahu menyebut keberhasilan merebut kastel tersebut sebagai "perubahan dramatis" dalam operasi militer Israel melawan Hizbullah dan menegaskan bahwa pasukannya akan memperluas penguasaan wilayah yang sebelumnya berada di bawah kendali kelompok tersebut.

AS Ajukan Proposal Gencatan Senjata Di tengah meningkatnya ketegangan, Amerika Serikat dikabarkan mengajukan proposal baru guna meredakan konflik.

Menurut sumber pemerintah AS, Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, telah melakukan pembicaraan terpisah dengan Presiden Lebanon, Joseph Aoun, dan Netanyahu.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.