MENU
Warga Panik Tinggalkan Beirut Selatan Usai Israel Ancam Gempur Basis H...
WA FB
Dunia

Warga Panik Tinggalkan Beirut Selatan Usai Israel Ancam Gempur Basis Hizbullah

T Editor : Tigor Munthe | 01 Jun 2026 | 21:07 WIB
Warga Panik Tinggalkan Beirut Selatan Usai Israel Ancam Gempur Basis Hizbullah
Kemacetan kendaraan saat warga meninggalkan kawasan pinggiran selatan Beirut. (Foto: ksat)

Proposal tersebut mengusulkan agar Hizbullah menghentikan seluruh serangan ke wilayah Israel sebagai imbalan atas komitmen Israel untuk tidak meningkatkan operasi militernya di Beirut.

Washington berharap langkah tersebut dapat membuka jalan menuju penghentian permusuhan secara bertahap dan menciptakan kondisi yang lebih kondusif bagi proses diplomasi. Korban Terus Bertambah Konflik yang kembali memanas sejak 2 Maret 2026 telah menyebabkan krisis kemanusiaan besar di Lebanon. Lebih dari satu juta warga dilaporkan mengungsi akibat pertempuran antara Israel dan Hizbullah.

Data terbaru Kementerian Kesehatan Lebanon mencatat sedikitnya 3.412 orang tewas dan 10.269 lainnya terluka akibat serangan Israel sejak konflik kembali meningkat.

Pada Minggu (31/5/2026) saja, sedikitnya 12 orang dilaporkan tewas dan 35 lainnya luka-luka dalam lebih dari 36 serangan yang dilancarkan Israel di wilayah Lebanon selatan.

Dunia Kecam Eskalasi Konflik Peningkatan operasi militer Israel menuai kecaman dari berbagai negara.

Presiden Prancis, Emmanuel Macron, menyatakan tidak ada alasan yang dapat membenarkan eskalasi serangan tersebut.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Inggris, Yvette Cooper, mendesak Israel menghentikan operasi militernya di Lebanon dan memberi ruang bagi upaya diplomasi.

Pemerintah Qatar dan Mesir juga mengecam perluasan ofensif militer Israel di Lebanon, serta menyerukan penghormatan terhadap hukum internasional dan penarikan pasukan Israel dari seluruh wilayah Lebanon.

Ketegangan yang terus meningkat menimbulkan kekhawatiran komunitas internasional bahwa konflik Israel-Hizbullah dapat berkembang menjadi perang yang lebih luas dan memperburuk krisis kemanusiaan di kawasan Timur Tengah.

 

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.