Riau, Sinata.id - Seorang warga, Firman, meninggal dunia setelah menjadi korban begal di kawasan sekitar Mapolda Riau pada Minggu (11/1/2026) malam. Korban mengalami patah kaki dan luka-luka sebelum akhirnya wafat saat menjalani perawatan intensif.
Insiden terjadi ketika Firman sedang duduk santai bersama beberapa temannya. Menurut laporan, pelaku mendatangi korban dan langsung melancarkan serangan dengan menggunakan double stick ke bagian kepala, disusul lemparan batu ke arah korban dan kelompoknya.
Akibat serangan itu, Firman mengalami patah kaki dan luka-luka di sekujur tubuh. Satu orang teman korban juga dilaporkan menderita luka bocor di kepala. Mereka sempat berusaha menyelamatkan diri sebelum pelaku kabur dari lokasi.
Firman kemudian dilarikan ke RSUD Arifin Achmad Kota Pekanbaru untuk menjalani perawatan intensif. Namun, korban dinyatakan meninggal dunia setelah satu pekan berjuang.
Penjelasan Polisi
Kepolisian Sektor Limapuluh menyatakan bahwa kematian Firman di Jalan Letjen S. Parman, Kota Pekanbaru, pada Minggu (11/1/2026) dini hari diduga bermula dari kecelakaan lalu lintas, bukan aksi pembegalan seperti isu yang beredar.
“Laporan awal yang kami terima adalah kecelakaan lalu lintas. Korban langsung dievakuasi dan dibawa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan pemeriksaan,” jelas Kapolsek Limapuluh AKP Asian Sihombing dalam video klarifikasi di akun resmi @satrekrim_polrestapku, Selasa (20/1/2026).
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, sebelum kecelakaan, Firman bersama beberapa temannya diduga terlibat dalam insiden pengrusakan sepeda motor di sebuah kedai di Jalan Hangtuah.
“Berdasarkan keterangan saksi dan bukti digital, korban bersama teman-temannya diduga melakukan pengrusakan terhadap beberapa sepeda motor di lokasi tersebut,” tambah Asian.
Usai insiden pengrusakan, warga sekitar diduga melakukan pengejaran. Firman dan kelompoknya kemudian melarikan diri menggunakan sepeda motor dengan kecepatan tinggi dan mengalami kecelakaan di Jalan Letjen S. Parman.
Kapolsek mengatakan hingga saat ini belum ditemukan bukti yang mengarah pada aksi pembegalan atau pengeroyokan. “Dari keterangan saksi dan hasil penelusuran CCTV, belum terlihat adanya tanda-tanda pengeroyokan maupun penganiayaan,” ujarnya.
Penyelidikan atas kasus ini masih terus dilanjutkan untuk memastikan penyebab luka dan kematian korban secara menyeluruh. (A58)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.