MENU
Waspada Dampak Perang Iran–Israel pada Pangan Nasional
WA FB
News

Waspada Dampak Perang Iran–Israel pada Pangan Nasional

G Editor : Gunawan Purba | 10 Mar 2026 | 19:37 WIB
Waspada Dampak Perang Iran–Israel pada Pangan Nasional
Johan Rosihan

Jakarta, Sinata.id -Anggota Komisi IV DPR RI, Johan Rosihan mengingatkan pemerintah untuk mencermati dampak konflik geopolitik di Timur Tengah terhadap ketahanan pangan Indonesia.

Peringatan tersebut disampaikan Johan di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (10/3/2026).

Menurutnya, eskalasi konflik antara Iran dan Israel yang turut melibatkan Amerika Serikat berpotensi memicu kenaikan harga minyak dunia. Kondisi itu dinilai dapat berdampak langsung pada sektor pangan di dalam negeri, terutama pada biaya produksi dan distribusi.

“Dampak perang Iran, Israel, dan keterlibatan Amerika ini harus menjadi perhatian serius pemerintah. Kenaikan harga minyak dunia bisa memengaruhi biaya distribusi dan produksi pangan kita,” ujar politikus Fraksi PKS tersebut.

Johan menilai, persoalan ketahanan pangan tidak semata terkait ketersediaan stok. Sehingga, meski cadangan pangan cukup selama Ramadan, ia mengingatkan, bahwa stabilitas harga dan pemerataan distribusi juga menjadi faktor penting.

Ia mencontohkan lonjakan harga yang kerap terjadi di sejumlah pasar. Menurutnya, kondisi tersebut sering dipicu oleh distribusi yang tidak merata, meskipun pasokan secara nasional dinilai mencukupi.

Baca :Pegawai Pegadaian Terbukti Menelantarkan Istri Dijatuhi Pidana Pengawasan

Lebih lanjut, Johan menjelaskan bahwa kenaikan harga minyak berpotensi meningkatkan biaya logistik. Hal itu dikhawatirkan dapat menghambat distribusi pangan ke berbagai daerah dan memperlebar kesenjangan harga antarwilayah.

Karena itu, ia meminta pemerintah mengambil langkah antisipatif sejak dini dan tidak menunggu hingga dampaknya terasa di masyarakat. “Situasi ini harus direspons cepat, jangan sampai pemerintah bersikap reaktif,” katanya.

Selain itu, Johan juga menekankan pentingnya memperkuat produksi pangan dalam negeri. Ia mengingatkan agar Indonesia tidak terus bergantung pada impor dalam memenuhi kebutuhan pangan.

Menurutnya, kebijakan kedaulatan pangan perlu ditempatkan sebagai bagian penting dalam sistem ketahanan nasional. Dengan demikian, gejolak global tidak mudah mengguncang stabilitas pangan di dalam negeri.

Johan menambahkan, Komisi IV DPR RI akan terus mendorong pemerintah mengambil langkah strategis guna mengantisipasi dampak situasi global, agar tekanan tidak semakin berat bagi petani maupun konsumen. (A18)

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.