Beijing, Sinata.id – Pemerintah Tiongkok mengimbau warganya untuk lebih waspada saat bepergian ke Amerika Serikat (AS), khususnya dengan menghindari jalur masuk melalui Seattle.
Imbauan ini disampaikan menyusul dugaan perlakuan tidak menyenangkan oleh petugas Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan (CBP) AS.
Dalam pernyataan resmi yang disampaikan melalui media sosial X pada Kamis (16/4/2026), otoritas urusan konsuler Tiongkok mengungkapkan bahwa sekitar 20 akademisi asal Tiongkok mengalami pemeriksaan yang dinilai tidak wajar saat tiba di Bandara Internasional Seattle-Tacoma. Mereka diketahui hendak menghadiri konferensi akademik, namun akhirnya ditolak masuk ke wilayah Amerika Serikat.
Pemerintah Tiongkok menilai kejadian tersebut sebagai bagian dari pola perlakuan berulang yang merugikan warganya di pintu masuk tertentu di AS.
Sejumlah permintaan klarifikasi telah diajukan kepada juru bicara badan federal terkait di Amerika Serikat, termasuk Kedutaan Besar Tiongkok di Washington, D.C., serta konsulatnya di San Francisco. Namun hingga kini belum ada tanggapan resmi yang disampaikan ke publik.
Menanggapi situasi tersebut, Kementerian Luar Negeri Tiongkok bersama perwakilan diplomatiknya mengingatkan warga negara yang hendak bepergian ke Amerika Serikat agar mengutamakan faktor keselamatan dan keamanan. Mereka juga secara khusus menyarankan untuk menghindari bandara di Seattle sebagai titik masuk.
Selain itu, para pelancong juga diminta memahami secara menyeluruh peraturan imigrasi yang berlaku di Amerika Serikat serta mempersiapkan dokumen dan jawaban yang diperlukan saat pemeriksaan.
“Jika menghadapi pertanyaan dari petugas penegak hukum AS, tetaplah bersikap tenang dan rasional,” demikian imbauan resmi tersebut.
Sebagai informasi, Seattle merupakan salah satu wilayah metropolitan dengan populasi warga keturunan Tionghoa terbesar di AS. Berdasarkan data Pew Research Center tahun 2019, jumlahnya mencapai sekitar 166.000 orang, menempatkan kota tersebut di peringkat keenam secara nasional. (apnews/A02)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.