MENU
WHO Lacak Penumpang MV Hondius Usai Wabah Hantavirus Tewaskan 3 Orang
WA FB
Dunia

WHO Lacak Penumpang MV Hondius Usai Wabah Hantavirus Tewaskan 3 Orang

J Editor : Jansen Siahaan | 09 May 2026 | 12:11 WIB
WHO Lacak Penumpang MV Hondius Usai Wabah Hantavirus Tewaskan 3 Orang
Respons WHO terhadap kasus hantavirus yang terkait dengan kapal pesiar. (who)

Jenewa, Sinata.id – Otoritas kesehatan dunia kini berlomba melacak puluhan penumpang kapal pesiar MV Hondius yang turun sebelum wabah hantavirus terdeteksi. Langkah ini dilakukan untuk mencegah potensi penyebaran virus yang telah menyebabkan tiga kematian.

World Health Organization (WHO) mengonfirmasi sedikitnya lima kasus hantavirus ditemukan di kapal pesiar berbendera Belanda tersebut, termasuk tiga korban meninggal dunia.

Meski demikian, WHO menegaskan wabah ini tidak seperti pandemi Covid-19 karena strain hantavirus Andes yang ditemukan diketahui menyebar melalui kontak dekat dan intensif antarmanusia.

Namun, masa inkubasi virus yang dapat berlangsung hingga enam minggu membuat kemungkinan munculnya kasus tambahan masih terbuka.

Penumpang dari 22 Negara Berada di Kapal

Operator kapal pesiar, Oceanwide Expeditions, menyebutkan kapal MV Hondius membawa 114 tamu dan 61 awak kapal dari 22 negara.

Kapal tersebut memulai pelayaran dari Ushuaia, Argentina, pada 1 April 2026 dan dijadwalkan tiba di Kepulauan Canary pada 10 Mei 2026.

Sekitar 32 penumpang turun di Saint Helena pada 24 April sebelum kasus pertama dikonfirmasi.

WHO kini berkoordinasi dengan otoritas kesehatan di sedikitnya 12 negara, termasuk Amerika Serikat, Inggris Raya, Belanda, Jerman, Swiss, Singapura, dan Kanada.

Diduga Berasal dari Paparan Hewan Pengerat

Hantavirus umumnya menyebar melalui paparan urin, air liur, atau kotoran hewan pengerat yang terkontaminasi virus. Penularan antarmanusia sangat jarang terjadi, namun strain Andes diketahui dapat menular melalui kontak dekat.

WHO menyebut pasangan warga Belanda yang menjadi korban diduga sempat melakukan perjalanan pengamatan burung di wilayah Argentina, Chili, dan Uruguay sebelum menaiki kapal.

Pemerintah Argentina kini ikut menyelidiki kemungkinan sumber awal infeksi.

Inggris dan AS Pantau Warganya

Di Inggris Raya, tiga warga negara dilaporkan diduga terinfeksi hantavirus. Salah satunya merupakan kru kapal yang berada di Tristan da Cunha.

Sementara itu, dua warga Inggris lainnya menjalani perawatan intensif di Afrika Selatan dan Belanda.

Di Amerika Serikat, otoritas kesehatan di lima negara bagian turut memantau warga yang sempat berada di kapal, meskipun belum ditemukan gejala infeksi.

Spanyol Siaga Sambut Kedatangan Kapal

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.