Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus menegaskan bahwa virus Nipah bersifat sangat infeksius dan mematikan. Ia bersyukur hingga kini virus tersebut belum masuk ke Indonesia.
“Virus Nipah sangat infeksius dan mematikan. Syukurnya, sampai hari ini belum masuk ke Indonesia dan mudah-mudahan tidak sampai,” ujar Benjamin di Istana, Jakarta, Senin (2/2/2026) malam.
Benjamin menambahkan, Kementerian Kesehatan terus meningkatkan kewaspadaan dengan memperketat pengawasan di pintu masuk negara, khususnya melalui Balai Karantina Kesehatan di bandara dan pelabuhan.
Ia juga menjelaskan bahwa gejala awal virus Nipah umumnya berupa demam, namun dapat dengan cepat berkembang menjadi infeksi berat pada paru-paru, seperti pneumonia, dengan tingkat kematian yang tinggi.
“Angka mortalitasnya tinggi, sehingga sangat membahayakan. Karena itu, kewaspadaan tetap harus dijaga,” pungkasnya. (A02)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.