MENU
\"Ya Bapa, Ke Dalam Tangan-Mu Kuserahkan Nyawa-Ku”: Makna Mendalam Per...
WA FB
Religi

\"Ya Bapa, Ke Dalam Tangan-Mu Kuserahkan Nyawa-Ku”: Makna Mendalam Perkataan Terakhir Yesus di Kayu Salib

F Editor : Ferry SP Sinamo | 17 Mar 2026 | 01:42 WIB
\"Ya Bapa, Ke Dalam Tangan-Mu Kuserahkan Nyawa-Ku”: Makna Mendalam Perkataan Terakhir Yesus di Kayu Salib
Pdt Mis Ev Daniel Pardede, MH

Mereka akan diangkat bersama-sama menyongsong Tuhan di awan-awan.

Peristiwa ini dijelaskan dalam:

1 Tesalonika 4:14–17 1 Korintus 15:51–54

Setelah itu, Alkitab dalam kitab Wahyu menjelaskan tentang masa pemerintahan Kristus dan penghakiman Allah yang terakhir.

Harapan bagi Orang Percaya

Firman ini memberikan pengharapan besar bagi setiap orang percaya.

Kematian bukanlah akhir dari kehidupan, melainkan pintu menuju rencana Allah yang kekal bagi mereka yang namanya tertulis dalam Kitab Kehidupan.

Yesus Kristus akan datang kembali sebagai Raja di atas segala raja dan Hakim yang adil.

Pada akhirnya, perkataan Yesus di kayu salib mengajarkan satu hal penting bagi setiap orang percaya: hidup ini harus diserahkan sepenuhnya ke dalam tangan Tuhan.

Jika Sang Juruselamat saja menyerahkan nyawa-Nya kepada Bapa, maka kita pun dipanggil untuk menyerahkan hidup, masa depan, dan seluruh pergumulan kita kepada Tuhan.

Percayalah, tangan Tuhan adalah tempat yang paling aman bagi hidup kita.

Shalom.

Kiranya Tuhan menyertai setiap langkah hidup kita:

yang sakit dipulihkan,

yang letih dikuatkan,

yang kekurangan dicukupkan,

dan yang berharap kepada Tuhan menerima berkat-Nya.

Tuhan memberkati kita semua.(A27).

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.