Meski demikian, pengalaman masih menjadi faktor yang menguntungkan Zverev.
Dari empat pertemuan sebelumnya, petenis Jerman itu unggul 3-1 atas Cobolli.
Namun musim ini keduanya sama-sama meraih satu kemenangan dalam duel yang berlangsung di lapangan tanah liat.
Banyak pengamat menilai pertandingan akan ditentukan oleh kemampuan Zverev mengatasi tekanan.
Setelah tiga kali gagal di final Grand Slam, kesempatan kali ini dianggap sebagai peluang terbaik dalam kariernya untuk akhirnya meraih trofi mayor pertama.
Sementara itu, Cobolli datang tanpa beban sebagai underdog.
Dukungan penonton Roland Garros diperkirakan akan lebih banyak mengalir kepada petenis Italia tersebut yang dikenal memiliki variasi permainan, ketahanan fisik, dan kemampuan bertarung yang kuat di lapangan tanah liat.
Jika mampu mengendalikan tekanan dan menjaga konsistensi permainannya, Zverev berpeluang mengakhiri penantian panjangnya.
Namun jika Cobolli mampu mengulangi performa terbaiknya seperti saat menumbangkan Zverev di Hamburg, kejutan besar bisa kembali terjadi di Paris.
Satu hal yang pasti, Roland Garros 2026 akan melahirkan juara Grand Slam baru pada Minggu malam nanti. (A08)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.