MENU
10 Negara Naikkan Harga BBM Akibat Perang AS Iran, Dampak Energi Globa...
WA FB
Nasional

10 Negara Naikkan Harga BBM Akibat Perang AS Iran, Dampak Energi Global Meluas

F Editor : Ferry SP Sinamo | 29 Mar 2026 | 22:50 WIB
10 Negara Naikkan Harga BBM Akibat Perang AS Iran, Dampak Energi Global Meluas
Ilustrasi BBM langkah di SPBU (Istimewa)

Pematangsiantar, Sinata.id - Lonjakan harga energi global akibat konflik antara Amerika Serikat dan Iran memaksa sejumlah negara menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Negara berkembang menjadi pihak yang paling terdampak karena tingginya ketergantungan terhadap impor energi, terutama dari kawasan Teluk Persia.

Kenaikan harga minyak dunia yang melonjak tajam dalam beberapa pekan terakhir memberikan tekanan besar terhadap perekonomian. Profesor ekonomi Yeah Kim Leng menjelaskan bahwa negara berkembang kini menghadapi tekanan berlapis, mulai dari inflasi tinggi, pelemahan nilai tukar, hingga beban fiskal yang semakin berat.

Situasi ini semakin memburuk setelah terganggunya jalur distribusi energi global, termasuk potensi penutupan Selat Hormuz yang merupakan jalur vital perdagangan minyak dunia. Negara Asia Selatan Paling Tertekan Beberapa negara di Asia Selatan seperti Pakistan, Bangladesh, dan Sri Lanka mengalami dampak signifikan. Ketiganya sangat bergantung pada impor energi sehingga rentan terhadap fluktuasi harga global.

Pakistan, misalnya, menerapkan kebijakan penghematan energi dengan menutup sekolah dan mengurangi hari kerja menjadi empat hari dalam sepekan. Pemerintah juga sempat menahan kenaikan harga BBM untuk menjaga stabilitas menjelang hari besar keagamaan.

Di Bangladesh, kondisi lebih mengkhawatirkan karena cadangan bahan bakar dilaporkan menipis. Sejumlah stasiun pengisian bahkan mulai kehabisan stok, memicu antrean panjang di berbagai wilayah.

Sementara itu, Sri Lanka memberlakukan pembatasan distribusi BBM melalui sistem kuota serta menetapkan hari libur tambahan guna menekan konsumsi energi. Dampak Meluas ke Timur Tengah dan Afrika Krisis energi juga berdampak pada negara-negara di kawasan Timur Tengah dan Afrika. Mesir, misalnya, menaikkan harga BBM hingga 15–22 persen sebagai langkah mengurangi beban subsidi.

Selain itu, pemerintah setempat mengambil kebijakan penghematan seperti membatasi jam operasional pusat perbelanjaan dan mengurangi penerangan fasilitas publik.

Analis menilai negara seperti Yordania, Senegal, Angola, Ethiopia, dan Zambia berada dalam kondisi rentan. Faktor seperti utang tinggi, cadangan devisa terbatas, serta ketergantungan pada impor energi membuat mereka sulit menahan dampak kenaikan harga minyak. Efek Domino ke Sektor Riil Kenaikan harga BBM tidak hanya berdampak pada sektor energi, tetapi juga merembet ke sektor riil. Biaya transportasi dan logistik meningkat, yang pada akhirnya memicu kenaikan harga pangan dan kebutuhan pokok.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.