MENU
12 Daerah di Sumsel Masuk Zona Rawan Karhutla, BNPB Langsung Bergerak
WA FB
Nasional

12 Daerah di Sumsel Masuk Zona Rawan Karhutla, BNPB Langsung Bergerak

T Editor : Tigor Munthe | 07 May 2026 | 16:33 WIB
12 Daerah di Sumsel Masuk Zona Rawan Karhutla, BNPB Langsung Bergerak
Sumsel apel siaga karhutla 2026. (Foto: BNPB)

Sumatera Selatan, Sinata.id  – Pemprov Sumatra Selatan bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelar Apel Kesiapsiagaan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Lapangan Griya Agung, Palembang, Rabu (6/5/2026). 

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Djamari Chaniago dan dihadiri unsur kementerian/lembaga, pemerintah daerah, TNI, Polri, dunia usaha, akademisi hingga relawan kebencanaan. 

Dalam amanatnya, Djamari menegaskan penanganan karhutla harus menjadi perhatian serius seluruh pihak. Ia meminta seluruh perangkat daerah memastikan kesiapan personel, posko siaga, peralatan, sumber air hingga jalur mobilisasi.

“Pastikan seluruh perangkat daerah memahami tugas masing-masing, pastikan posko siaga berjalan, personel siap, peralatan tersedia, sumber air terpetakan, jalur mobilisasi terbuka dan sistem komando lapangan berfungsi dengan efektif,” ujarnya. 

Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, musim kemarau mulai terjadi pada Mei 2026 dengan kondisi lebih kering dari normal. Puncak kemarau di Sumatera Selatan diperkirakan berlangsung pada Agustus mendatang. 

BPBD Sumsel mencatat terdapat 12 kabupaten/kota rawan karhutla tahun 2026 yang menjadi prioritas pengawasan dan patroli karena memiliki lahan gambut, mineral kering serta riwayat kebakaran berulang. 

Dalam apel tersebut juga dilakukan pengecekan kesiapan pasukan gabungan TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni hingga relawan masyarakat peduli api, termasuk pemeriksaan kendaraan dan peralatan pemadaman. 

Sebagai bentuk penguatan koordinasi, pemerintah turut melakukan reaktivasi Desk Koordinasi Penanggulangan Karhutla Tahun 2026 sesuai amanat Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2020. 

BNPB juga mengoptimalkan penggunaan teknologi seperti deteksi hotspot berbasis satelit, pemantauan cuaca BMKG serta pemanfaatan drone untuk patroli udara. 

Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Suharyanto menyebut pihaknya telah mengerahkan dua helikopter patroli dan empat helikopter water bombing, serta menyiapkan operasi modifikasi cuaca untuk mendukung penanganan karhutla di Sumsel. 

“BNPB mendukung seluruh operasi penanganan karhutla di 5 provinsi prioritas, mulai dari perlengkapan satgas darat, operasi modifikasi cuaca, hingga pengerahan armada heli untuk patroli dan water bombing,” kata Suharyanto. 

Selain itu, BNPB juga menyalurkan bantuan peralatan penanganan karhutla senilai Rp2,8 miliar kepada sejumlah instansi dan daerah di Sumatera Selatan guna memperkuat kesiapan satgas darat menghadapi musim kemarau tahun ini. (A08)

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.