MENU
155 Prajurit TNI Bertugas di Wilayah Rawan Papua Terima Kenaikan Pangk...
WA FB
Nasional

155 Prajurit TNI Bertugas di Wilayah Rawan Papua Terima Kenaikan Pangkat Luar Biasa

R Editor : Redaksi Sinata | 03 Jan 2026 | 19:39 WIB
155 Prajurit TNI Bertugas di Wilayah Rawan Papua Terima Kenaikan Pangkat Luar Biasa
Sebanyak 155 prajurit TNI yang bertugas di wilayah rawan Papua menerima kenaikan pangkat luar biasa (KPLB) atas keberhasilan operasi keamanan dan pendekatan kemanusiaan di Papua Pegunungan, Papua Tengah, dan Papua Barat.

Sinata.id - Sebanyak 155 prajurit TNI yang bertugas di garis depan pengamanan Papua menerima penghargaan istimewa dari negara. Mereka dianugerahi kenaikan pangkat luar biasa (KPLB) atas keberhasilan menjalankan operasi di sejumlah wilayah rawan yang selama ini menjadi fokus pengamanan dan perlindungan warga sipil.

Penganugerahan KPLB itu diberikan dalam sebuah upacara di Timika, Papua.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin bersama Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, sebagai bentuk pengakuan negara terhadap kerja lapangan yang dinilai melampaui standar tugas biasa.

Momen tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa setiap prestasi prajurit di medan operasi tidak luput dari perhatian pimpinan.

Sebanyak 155 personel tersebut tergabung dalam Komando Operasi TNI Habema.

Mereka terlibat langsung dalam rangkaian operasi di wilayah Papua Pegunungan, Papua Tengah, hingga Papua Barat.

Daerah operasi mencakup Lanny Jaya, Intan Jaya, dan Teluk Bintuni, kawasan yang selama ini dikenal memiliki tingkat kerawanan tinggi.

Dalam pelaksanaan tugas, pasukan TNI tidak hanya fokus pada aspek keamanan.

Operasi juga menekankan pendekatan kemanusiaan, mulai dari pengamanan warga hingga pemulihan rasa aman masyarakat setempat.

Sejumlah titik strategis kelompok bersenjata berhasil dikuasai tanpa menimbulkan korban sipil, menjadi salah satu pertimbangan utama pemberian naik pangkat secara istimewa.

Selain menerima kenaikan pangkat luar biasa, para prajurit juga mendapatkan piagam penghargaan.

Apresiasi tersebut diberikan atas dedikasi, loyalitas, serta prestasi nyata selama menjalankan misi di daerah operasi Papua yang penuh tantangan.

Menteri Pertahanan menegaskan, KPLB bukan sekadar simbol kehormatan.

Penghargaan itu merupakan mandat moral agar setiap prajurit TNI terus menjaga profesionalisme dan integritas dalam bertugas.

"Negara hadir untuk menghargai pengorbanan prajurit yang mempertaruhkan keselamatan demi stabilitas keamanan nasional," demikian dikatakan Menteri Pertahanan, dikutip Sabtu (3/1/2026).

Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan langkah lanjutan untuk memperkuat struktur operasi TNI di Papua mulai 2026.

Penyempurnaan komando operasi dilakukan secara bertahap guna meningkatkan kemampuan teritorial, tempur, dan manajerial di wilayah rawan.

Sementara itu, Panglima TNI menegaskan bahwa kesempatan naik pangkat melalui skema kenaikan pangkat luar biasa akan terus terbuka bagi prajurit yang menunjukkan prestasi konkret di lapangan.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.