MENU
2 Warga Pakpak Bharat Terkubur Longsor, Bupati Frans Tumanggor Menghil...
WA FB
Regional

2 Warga Pakpak Bharat Terkubur Longsor, Bupati Frans Tumanggor Menghilang

F Editor : Ferry SP Sinamo | 27 Nov 2025 | 16:53 WIB
2 Warga Pakpak Bharat Terkubur Longsor, Bupati Frans Tumanggor Menghilang
IMG-20251127-WA0009

Pakpak Bharat, Sinata.id — Kabupaten Pakpak Bharat memasuki fase darurat bencana setelah cuaca ekstrem menghantam wilayah itu tanpa henti. Hujan deras menyebabkan sedikitnya 101 titik longsor, memutus akses jalan, merusak rumah warga, hingga menewaskan dua orang di kawasan Bulu Lidi, jalur utama menuju Subulussalam–Aceh.

Kedua korban meninggal setelah rumah mereka tertimbun tanah longsor, dan situasi di lokasi kejadian digambarkan sebagai “tak ada waktu untuk berlari”.

Peristiwa ini disampaikan langsung oleh Wakil Bupati Pakpak Bharat, Mustsyuhita Solin, pada Kamis, 27 November 2025, yang sejak awal sudah berada di lapangan mengoordinasikan penanganan darurat.

“Dua warga kita meninggal dunia tertimbun longsor. Tim sudah mengevakuasi korban, melakukan identifikasi, dan salah satu jenazah telah dikirim ke Tinggalingga untuk dikebumikan,” tegas Wakil Bupati Mustsyuhita Solin kepada Sinata.id.

Wilayah Terisolasi Total: Listrik Gelap, Komunikasi Putus, Jalan Terkepung Longsor

Daerah yang paling parah terdampak adalah: * Sibagindar * Kelasen * lagan * dan beberapa jalur strategis menuju Aceh

Di area-area ini warga mengaku: * gelap gulita karena listrik padam total, * tidak bisa berkomunikasi sama sekali, * dan terkurung karena jalur masuk tertutup tanah longsoran.

“Pakpak Bharat ini dataran tinggi. Banjir tidak jadi ancaman, tapi tanah longsor adalah ancaman mematikan,” kata Solin.

Wakil Bupati Bertahan di Lapangan — Bupati Frans Bernhard Tumanggor Sudah 5 Hari di Jakarta

Ketika Sinata.id mencoba meminta penjelasan tentang keberadaan Bupati Pakpak Bharat, Frans Bernhard Tumanggor, Wakil Bupati Mustsyuhita Solin memberikan jawaban tegas:

“Bupati sudah lima hari berada di Jakarta. Karena itu saya yang siaga penuh di Pakpak Bharat sampai keadaan pulih.”

Situasi ini memunculkan pertanyaan keras dari masyarakat: mengapa Kabupaten Pakpak Bharat sedang berduka, tetapi pucuk pimpinan daerah justru tidak berada di tempat?

*4 Ekskavator Disiagakan – 53 Desa Wajib Siaga 24 Jam*

Pemerintah daerah menyiapkan empat ekskavator untuk membuka akses yang tertutup longsor. Sebanyak 53 desa diperintahkan siaga penuh.

Kepala desa dan camat diminta: * memantau curah hujan, * mengawasi pergerakan tanah * dan segera melapor bila terjadi retakan atau longsoran kecil.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.