Sejumlah orang tua berharap evaluasi serius dilakukan agar kejadian serupa tak terulang. “Tujuan program ini sebenarnya mulia, anak-anak terbantu. Tapi kalau sampai begini, tentu kami sangat khawatir,” kata Harun, ayah dari salah satu korban.
Korban Terus Bertambah
Sejak Selasa sore (30/9/2025), gelombang siswa terus berdatangan ke Puskesmas Kadungora. Data awal mencatat 78 korban, namun hingga malam angka itu melonjak menjadi lebih dari seratus, lalu terus naik hingga 282 orang.
Tim kesehatan masih melakukan observasi terhadap puluhan siswa lainnya yang sempat mendapat infus. Mereka dipantau selama delapan jam untuk menentukan apakah bisa dipulangkan atau harus menjalani rawat inap.
Meski sebagian besar siswa kini mulai pulih, kasus keracunan massal ini menjadi tamparan keras bagi pelaksanaan program MBG. Evaluasi rantai distribusi makanan dan minuman, terutama soal penyimpanan susu kemasan, dinilai mendesak dilakukan.
Pemerintah Kabupaten Garut berjanji akan mengusut penyebab pasti keracunan ini, sembari tetap memastikan pelayanan kesehatan berjalan optimal.
“Yang terpenting sekarang adalah keselamatan anak-anak. Setelah itu, tentu evaluasi besar-besaran harus dilakukan,” pungkas Bupati Syakur. (A46)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.