MENU
3,6 Juta Kendaraan Diprediksi Padati Tol Saat Mudik Lebaran 2026
WA FB
Nasional

3,6 Juta Kendaraan Diprediksi Padati Tol Saat Mudik Lebaran 2026

R Editor : Redaksi Sinata | 26 Feb 2026 | 16:21 WIB
3,6 Juta Kendaraan Diprediksi Padati Tol Saat Mudik Lebaran 2026
Korlantas Polri memprediksi 3,6 juta kendaraan akan melintasi jalan tol saat mudik Lebaran 2026. Skema one way dan contraflow disiapkan untuk antisipasi kemacetan. (Ist)

Jakarta, Sinata.id — Pemerintah memprediksi arus mudik Lebaran 2026 akan kembali memecahkan rekor, dengan estimasi sekitar 3,6 juta kendaraan akan melintasi jaringan jalan tol di seluruh Indonesia. Jumlah kendaraan tersebut diperkirakan bergerak menuju kampung halaman terutama di Jawa dan Sumatra, menjadi tantangan besar bagi pengamanan dan manajemen lalu lintas selama musim mudik.

Prediksi ini disampaikan oleh Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri, yang mencatat lonjakan volume kendaraan yang melintasi ruas tol utama, termasuk Tol Trans Jawa dan beberapa akses tol lain yang menjadi jalur favorit pemudik dari Jakarta dan sekitarnya.

“Khusus jalan tol, memang ada bangkitan arus yang cukup tinggi. Proyeksinya, yang melintasi tol menuju Trans Jawa dan Sumatra mencapai sekitar 3,6 juta kendaraan,” ujar Irjen Pol. Agus Suryonugroho, Kepala Korlantas Polri di Jakarta, dikutip Kamis (26/2/2026).

Antisipasi terhadap lonjakan ini pun mulai digencarkan otoritas. Sesuai jadwal resmi dari pemerintah, pemberlakuan manajemen arus lalu lintas seperti one way, contraflow (lawan arus), serta sistem ganjil-genap akan diberlakukan pada periode arus mudik dan arus balik Lebaran 2026.

Skema one way direncanakan berlaku dari KM 70 Tol Jakarta-Cikampek hingga KM 421 Tol Semarang-Solo, efektif dari pertengahan Maret hingga puncak mudik. Penerapan contraflow juga akan digunakan untuk mengurai kepadatan di titik-titik rawan kemacetan.

Langkah ini dinilai krusial oleh jajaran kepolisian dan pengelola jalan tol karena jumlah kendaraan yang melintas diprediksi meningkat drastis dari tahun sebelumnya. Data dari periode mudik sebelumya menunjukkan tren serupa ketika jutaan pemudik melintasi tol, memaksa pejabat untuk selalu menyesuaikan strategi agar kemacetan panjang dapat diminimalkan.

Selain rekayasa lalu lintas, otoritas juga menyiapkan pos pemeriksaan kendaraan (check point) di sejumlah titik strategis di tol, terutama untuk memastikan keselamatan kendaraan penumpang dan kelengkapan administrasinya. Kakorlantas menilai pemeriksaan ini penting untuk mengurangi risiko kecelakaan dan memastikan perjalanan mudik lebih aman.

Para pemudik pun diimbau untuk memantau informasi terbaru terkait rekayasa lalu lintas dan keamanan di jalan raya. Waktu berkendara yang lebih awal atau memecah jadwal keberangkatan menjadi salah satu strategi yang direkomendasikan agar terhindar dari puncak kepadatan dan risiko kemacetan parah. Rekayasa lalu lintas yang matang menjadi kunci agar tradisi mudik tetap berjalan lancar tanpa mengorbankan keselamatan pengguna jalan. [a46]

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.