MENU
60 Juta Warga Indonesia Belum Tersentuh Internet
WA FB
Nasional

60 Juta Warga Indonesia Belum Tersentuh Internet

R Editor : Redaksi Sinata | 23 Oct 2025 | 18:59 WIB
60 Juta Warga Indonesia Belum Tersentuh Internet
Sekitar 60 juta warga Indonesia masih belum menikmati akses internet. Menkomdigi Meutya Hafid berkomitmen mempercepat konektivitas. (Ilustrasi)

Ia menegaskan, tanpa internet, desa-desa akan terus tertinggal, baik dari segi ekonomi, pendidikan, maupun sosial. Karena itu, program “Desa Digital” yang tengah digenjot pemerintah menjadi solusi strategis untuk menjembatani kesenjangan tersebut.

Pemerintah kini menerapkan pendekatan kolaboratif lintas lembaga. Kementerian Komunikasi dan Digital bekerja berdampingan dengan Kementerian Desa, Kementerian Keuangan, serta pihak swasta. Tujuannya: memastikan pembangunan infrastruktur digital berjalan serentak dan berkelanjutan.

Langkah ini termasuk pemanfaatan dana desa untuk penyediaan infrastruktur internet, serta integrasi program “Satu Data Indonesia” agar seluruh informasi publik dapat diakses secara terbuka.

“Tak hanya jaringan yang dibangun, tapi juga ekosistem digital yang berkelanjutan,” ujar Meutya Hafid.

Konektivitas digital bukan hanya soal sinyal, tetapi juga soal kesetaraan. Dengan akses internet, masyarakat di pelosok bisa menjual produk lokal lewat e-commerce, mengikuti pelatihan daring, bahkan mengakses layanan kesehatan jarak jauh (telemedicine).

Namun, jalan menuju pemerataan digital tak mudah. Tantangan datang dari kondisi geografis Indonesia yang luas, biaya pembangunan infrastruktur yang tinggi, hingga keterbatasan sumber daya manusia di daerah terpencil.

Meski demikian, pemerintah menegaskan tidak akan mundur. Proyek satelit multifungsi dan jaringan serat optik Palapa Ring menjadi andalan untuk menjangkau wilayah yang sulit dijangkau menara BTS.

Visi “Indonesia Terkoneksi 2030” kini menjadi cita-cita bersama. Sebuah masa depan di mana setiap warga, dari Sabang sampai Merauke, bisa terkoneksi, terdidik, dan berdaya lewat teknologi digital.

“Internet bukan sekadar fasilitas, tapi kebutuhan dasar abad ke-21,” tegas Meutya. [zainal/a46]

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.