Ia menambahkan, peserta yang lolos CBT akan mengikuti tahap wawancara yang mencakup kemampuan hafalan Al-Qur’an, qiraatul kutub, wawasan keislaman, dan wawasan kebangsaan. Penilaian akhir merupakan akumulasi nilai CBT sebesar 60 persen dan wawancara sebesar 40 persen.
Kepala Pusat Pengembangan Bahasa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Kustiawan, mengatakan pihaknya bersama Konsorsium Pusat Bahasa PTKI telah menyiapkan sistem pelaksanaan CBT secara optimal agar proses seleksi berjalan lancar dan akuntabel.
“Seluruh peserta mengikuti ujian berbasis komputer dengan mekanisme pengawasan yang telah ditetapkan panitia. Kami berupaya memastikan setiap peserta memperoleh kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya,” ujarnya.
Menurut Kustiawan, CBT tahun ini dilaksanakan secara daring menggunakan perangkat komputer yang telah dilengkapi aplikasi Safe Exam Browser (SEB), sementara pengawasan dilakukan melalui aplikasi konferensi video. Skema tersebut memungkinkan peserta dari berbagai wilayah mengikuti seleksi secara efektif tanpa mengurangi aspek keamanan dan integritas ujian.
Program Beasiswa Kerajaan Maroko selama ini menjadi salah satu jalur studi luar negeri yang diminati pelajar Indonesia. Selain menawarkan pendidikan tinggi di berbagai perguruan tinggi ternama di Maroko, program ini juga membuka peluang penguatan jejaring akademik dan diplomasi pendidikan antara Indonesia dan Maroko.
Setelah pengumuman hasil CBT pada 9 Juni 2026, peserta yang dinyatakan lolos akan mengikuti seleksi wawancara pada 10 Juni 2026. Adapun pengumuman akhir calon penerima Beasiswa Kerajaan Maroko dijadwalkan pada 12 Juni 2026. (A18)
Sumber: Kemenag
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.