MENU
68 KK Korban Longsor Sitahuis Tapteng Terima Dana Tunggu Hunian
WA FB
Regional

68 KK Korban Longsor Sitahuis Tapteng Terima Dana Tunggu Hunian

T Editor : Tumpal Pandapotan | 23 Jan 2026 | 00:15 WIB
68 KK Korban Longsor Sitahuis Tapteng Terima Dana Tunggu Hunian
68 kepala keluarga (KK) korban bencana longsor di Kecamatan Sitahuis menerima DTH.

Tapteng, Sinata.id - Sebanyak 68 kepala keluarga (KK) korban bencana longsor di Kecamatan Sitahuis menerima Dana Tunggu Hunian (DTH) Tahap I dari Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng).

Bantuan diberikan kepada warga dengan kondisi rumah rusak berat atau hilang yang saat ini tinggal di hunian sewa mandiri.

Penyaluran DTH dilakukan di Aula Kantor Camat Sitahuis, Kamis (22/1/2026), dan diserahkan oleh Asisten Administrasi dan Umum Setdakab Tapteng, Dra. Nurjalilah, bersama Staf Ahli Bidang Sosial dan Kesejahteraan Rakyat, Wirdan Pasaribu.

Dana Tunggu Hunian Tahap I ini diberikan sebesar Rp600.000 per bulan untuk setiap keluarga.

Bantuan tersebut diperuntukkan bagi warga terdampak longsor yang tidak menempati hunian sementara (huntara) yang disediakan pemerintah.

Dalam sambutannya, Nurjalilah menyampaikan salam dari Bupati, Wakil Bupati, dan Sekretaris Daerah Kabupaten Tapanuli Tengah yang tidak dapat hadir karena menjalankan tugas lain yang tidak dapat diwakilkan.

"Walaupun dalam suasana bencana kita harus tetap semangat karena kehidupan ini harus tetap berlanjut. Apapun yang terjadi, kita harus tetap mensyukurinya karena tidak ada dan tidak pernah rencana daripada Allah itu adalah rencana yang buruk, pasti ada hikmah di balik bencana ini. Namun kita harus berjuang, bangkit kembali. Ini merupakan perhatian dari Pemerintah, baik itu Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah," katanya.

Selain penyaluran bantuan, dia juga mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, khususnya di wilayah perbukitan.

Ia menyampaikan pesan Bupati Tapanuli Tengah agar masyarakat tidak menanam sawit di kawasan rawan longsor serta tidak melakukan penebangan hutan secara sembarangan.

"Kami mengajak masyarakat untuk terus menjaga alam kita, apalagi seperti pesan dari Pak Bupati agar jangan menanam sawit di wilayah perbukitan, jangan menebang hutan secara sembarangan. Kalau ada yang menanam sawit agar segera diganti dengan tanaman hutan produktif lainnya untuk menjaga alam kita demi keselamatan kita bersama," pungkasnya.

Acara turut dihadiri Camat Sitahuis Marihot Simbolon, perwakilan BNPB, perwakilan Bank Mandiri Sibolga, perwakilan Kalaksa BPBD Tapteng, serta para kepala desa dan lurah se-Kecamatan Sitahuis. (A58)

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.