Demikian dengan Rilan Pohan. Lolos dan meraih nilai tinggi meski diduga belum pernah berkarir di dinas yang ditujuhnya.
Sementara di Dinas Kesehatan, Sudarsono Sipayung, yang bukan berlatarbelakang medis, justru mengalahkan Marojahan Nainggolan seorg dokter, dan pernah menjabat.
Tak berhenti di situ, sumber internal juga mengungkap adanya dugaan ketidaksesuaian dokumen, termasuk SKP, dengan persyaratan yang telah ditetapkan. Bahkan, muncul indikasi adanya dokumen yang validitasnya diragukan, namun tetap diloloskan.
Jika semua ini benar, maka Selter bukan lagi soal meritokrasi, melainkan skenario yang telah disusun rapi. Proses seleksi hanya menjadi panggung, sementara hasilnya sudah ditentukan di balik layar.
Ini bukan sekadar persoalan prosedur, tetapi menyangkut integritas pemerintahan. Jabatan publik seharusnya diisi oleh mereka yang kompeten, bukan mereka yang dekat.
Jika kepercayaan publik terus dipermainkan, maka yang rusak bukan hanya sistem, tetapi juga harapan masyarakat terhadap keadilan dalam birokrasi. (SN7)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.