Prabowo tiba di Paris pada Selasa (26/5/2026) sekitar pukul 10.00 waktu setempat setelah menempuh penerbangan selama kurang lebih 16 jam.
Namun, kunjungan tersebut menuai kritik dari sejumlah pengamat. Salah satunya datang dari Henri Subiakto, akademisi dari Universitas Airlangga.
Melalui akun X pribadinya, Henri mempertanyakan urgensi dan manfaat nyata dari rangkaian perjalanan luar negeri Presiden di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang sedang sulit.
“Presiden kita seolah tidak memiliki rem dalam menggunakan uang negara. Istana perlu menjelaskan secara gamblang kepada rakyat apa hasil nyata dari setiap kunjungan luar negeri yang hampir dilakukan tiap minggu. Berapa besar anggaran negara yang dihabiskan hanya untuk perjalanan tersebut?” tulis Henri, Selasa (26/5/2026).
Ia juga menyinggung kondisi ekonomi nasional yang dinilai sedang menghadapi tekanan, mulai dari nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hingga naiknya harga kebutuhan pokok masyarakat.
“Pantaskah itu dilakukan ketika rupiah terus tertekan terhadap dolar, pasar saham melemah di mata investor, dan banyak rakyat sedang menghadapi kesulitan ekonomi akibat harga kebutuhan pokok yang semakin mahal?” lanjutnya.
Henri turut mempertanyakan minimnya masukan dari lingkaran terdekat Presiden agar lebih mengedepankan empati serta skala prioritas dalam penggunaan anggaran negara.
Sementara itu, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa kunjungan kenegaraan Presiden ke Prancis telah diagendakan sejak tahun lalu, meski sempat beberapa kali mengalami penjadwalan ulang.
Dalam keterangannya, Teddy menyebut kunjungan tersebut bertujuan memperkuat hubungan strategis Indonesia dan Prancis di berbagai bidang kerja sama.
“Saat ini, Indonesia memiliki banyak kerja sama super strategis dengan Prancis, dan state visit ini diharapkan makin memperkuat posisi Indonesia di Eropa, khususnya Prancis,” kata Teddy.
Ia menambahkan, Indonesia dipandang sebagai gerbang utama hubungan Eropa menuju Asia, sementara Prancis menjadi salah satu pintu penting hubungan Asia Tenggara dengan kawasan Eropa.
Selama berada di Paris, Presiden Prabowo juga dijadwalkan melaksanakan salat Iduladha dan bersilaturahmi dengan warga negara Indonesia di Wisma KBRI Paris. (A08)
Berita Terkait
PGRI Banda Aceh Periode 2024-2029 Resmi Dilantik, Perkuat Profesionalisme Guru
11 Jun 2026
Perubahan ke 3 UU Polri Diyakini Perkuat Peran Pengawasan Kompolnas
10 Jun 2026
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Driver Online Minta Potongan Komisi Diturunkan
10 Jun 2026
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, GMNI DKI Jakarta Kritik Kinerja Pemerintah
10 Jun 2026
Dudung Bantah Punya Dapur MBG, Sebut Hanya Kenalkan Pesantren ke BGN
10 Jun 2026
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.