Jakarta, Sinata.id — Sebuah peristiwa yang terjadi di pesawat Citilink pada 4 Mei 2025 kembali menjadi perhatian publik setelah videonya viral di media sosial pada awal 2026.
Dalam kejadian tersebut, seorang balita berusia 22 bulan mengalami kejang saat berada di dalam pesawat rute Jakarta–Bengkulu.
Melihat kondisi darurat itu, seorang penumpang yang berprofesi sebagai dokter spesialis anak segera memberikan pertolongan. Insiden terjadi ketika proses boarding masih berlangsung dan pesawat belum meninggalkan darat.
Corporate Secretary & CSR Group Head PT Citilink Indonesia, Tashia Scholz, membenarkan peristiwa tersebut.
Kronologi Balita Kejang di Pesawat
Kejadian bermula ketika balita tersebut tiba-tiba mengalami kejang di dalam pesawat. Dokter spesialis anak yang ikut dalam penerbangan langsung bergerak cepat memberikan pertolongan pertama dengan berkoordinasi bersama awak kabin.
“Dalam kejadian ini, penumpang yang berprofesi sebagai dokter turut membantu memberikan pertolongan pertama dan bekerja sama dengan kru yang bertugas untuk menyiapkan keperluan penanganan darurat,” jelas Tashia.
Setelah mendapatkan penanganan medis, kondisi balita berangsur membaik dan kembali tenang. Penerbangan menuju Bengkulu pun dapat dilanjutkan sesuai jadwal.
“Berkat penanganan yang cepat dan tepat, dokter menyatakan kondisi bayi telah stabil dan layak melanjutkan penerbangan. Orang tua bayi juga menyatakan keinginannya untuk tetap melanjutkan perjalanan,” tambahnya.
Sosok Dokter Penolong
Video singkat yang direkam pada 2025 tersebut kembali viral pada 2026 dan menampilkan aksi heroik seorang dokter perempuan saat menyelamatkan balita yang kejang di dalam pesawat. Meski peristiwa itu telah terjadi beberapa waktu lalu, rekaman tersebut tetap memicu kekaguman warganet.
Namun, di balik viralnya video itu, muncul pertanyaan mengenai waktu dan kronologi kejadian. Setelah dilakukan verifikasi, media NTBSatu memastikan peristiwa tersebut benar terjadi di pesawat Citilink nomor penerbangan QG 990 rute Jakarta–Bengkulu.
Dokter yang memberikan pertolongan diketahui bernama dr. Erli Meichory Viorika, Sp.A., yang akrab disapa dr. Ika. Ia bertindak cepat setelah mendengar teriakan minta tolong dari penumpang lain yang panik.
Di tengah keterbatasan peralatan medis di pesawat, dr. Ika tetap melakukan tindakan penyelamatan secara profesional hingga kondisi balita stabil.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.