MENU
Aksi Hemat--hemat Anggaran di Kementerian, Penyediaan Makan Segar Jala...
WA FB
Nasional

Aksi Hemat--hemat Anggaran di Kementerian, Penyediaan Makan Segar Jalan Terus

T Editor : Tigor Munthe | 01 Apr 2026 | 12:31 WIB
Aksi Hemat--hemat Anggaran di Kementerian, Penyediaan Makan Segar Jalan Terus
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. (Foto: Ist)\n

Jakarta, Sinata.id - Anggaran belanja kementerian/lembaga di Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tahun 2026, dilakukan prioritas dan refocusing.

Upaya ini sebagai langkah meningkatkan efektivitas belanja negara agar lebih produktif dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dalam keterangannya di Seoul, Republik Korea, pada Selasa (31/3/2026).

“Pengalihan anggaran dilakukan dari belanja yang kurang prioritas seperti perjalanan dinas, rapat, belanja non-operasional, dan kegiatan seremonial. Ini menuju belanja yang lebih produktif dan berdampak langsung kepada masyarakat termasuk rehabilitasi dan rekonstruksi bencana Sumatra,” ujar Airlangga dilansir Rabu (1/4/2026).

Airlangga menjelaskan, pemerintah juga terus mendorong percepatan realisasi belanja kementerian dan lembaga, disertai penajaman melalui optimalisasi penggunaan anggaran. 

“Potensi prioritisasi dan refocusing anggaran kementerian dan lembaga ini dalam range Rp 121,2 triliun hingga Rp 130,2 triliun,” kata dia.

Airlangga kemudian menyebut bahwa pemerintah turut mengoptimalkan pelaksanaan program makan bergizi gratis sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia. 

Program ini diarahkan pada penyediaan makanan segar selama lima hari dalam satu minggu.

“Program ini diarahkan untuk penyediaan makanan segar selama 5 hari dalam seminggu dan tetap memperhatikan pengecualian seperti untuk asrama, daerah 3T, dan daerah yang dengan tingkat stunting tinggi,” ungkapnya.

Airlangga menjelaskan bahwa kebijakan efisiensi ini diproyeksikan menghasilkan potensi penghematan hingga Rp 20 triliun. 

Pemerintah kata dia, terus memastikan setiap kebijakan yang diambil mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat fondasi ekonomi nasional di tengah dinamika global.

“Keseluruhan kebijakan ini merupakan bagian dari transformasi struktural menuju ekonomi yang lebih efisien, produktif, dan berdaya tahan,” pungkasnya. [tm]

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.