Telepon Mengatasnamakan Polisi ke Akademisi UGM
Intimidasi tak berhenti di ranah influencer.
Guru besar UGM, Zainal Arifin Mochtar, menerima panggilan telepon yang mengaku dari aparat, disertai ancaman penangkapan.
Ia menilai praktik semacam ini memanfaatkan kebocoran data pribadi dan minimnya penindakan terhadap penipuan berlabel institusi negara.
Kendaraan Virdian Aurellio Dirusak, Rumah Didatangi Orang Tak Dikenal
Ancaman fisik juga dialami Virdian Aurellio.
Kaca mobilnya dipecahkan oleh sekelompok orang tak dikenal.
Kediamannya didatangi pihak yang menanyakan keberadaannya.
Virdian dikenal kerap mengunggah konten dari lokasi bencana dan mengkritik faktor non-alam, termasuk konflik kepentingan, yang memperparah banjir dan longsor di Sumatra.
Pola yang Mengkhawatirkan
Meski korban berasal dari latar belakang berbeda, benang merahnya jelas: semua aktif mengkritik penanganan bencana Sumatera.
Dari aktivis asal Pematangsiantar hingga influencer Aceh dan Jakarta, metode teror berulang dengan pola intimidasi psikologis dan ancaman fisik.
Situasi ini memunculkan pertanyaan serius tentang perlindungan negara bagi warga yang menyampaikan pendapat.
Sejumlah korban menegaskan, teror semacam ini justru memperkuat tekad untuk terus bersuara.
Namun publik menuntut penegakan hukum yang cepat, transparan, dan berpihak pada rasa aman. [a46]
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.