Malam sebelum pembunuhan, pelaku sempat terjebak di luar kos karena pintu dikunci korban. Setelah berhasil masuk, pertengkaran kembali terjadi hingga akhirnya berujung pada tindak kekerasan. Dalam kondisi emosi memuncak, pelaku mengambil sebilah pisau dan menggorok leher korban hingga meninggal dunia. Jasad korban kemudian dimutilasi di kamar mandi.
Atas perbuatannya, Alvi Maulana dijerat Pasal 338 juncto Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, dengan ancaman pidana seumur hidup atau hukuman mati.
“Persangkaan pasal yang dikenakan adalah 338 dan 340. Artinya, ada unsur perencanaan dalam tindakannya. Hukuman maksimal yang menanti adalah penjara seumur hidup, bahkan tidak menutup kemungkinan vonis yang lebih berat sesuai putusan pengadilan,” tegas Kapolres Mojokerto. (A46)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.