TD warga lainnya menyebut, awal mula kejadian yang menimpa Melati terkuak pada awal September 2025 lalu. Mengetahui anaknya menjadi korban pelecehan seksual, ibunya tidak berani melaporkan karena kondisi ekonomi.
Lalu, sebagian warga yang mendengar kejadian itu pun geram, sehingga beberapa warga berinisiatif patungan untuk memberikan bantuan agar ibu korban melaporkan kejadian yang menimpa anaknya.
"Tanggal 12 September itu lah dilaporkan. Terus, karena laporannya sampai seminggu lebih gak ada tanggapan dari kepolisian, makanya warga mulai geram. Karena pelaku bebas berkeliaran. Tanggal 20 kemarin lah warga menjemput tersangka dari sawah-sawah. Terus warga membawanya ke Kantor Lurah," kata pria yang mengenakan baju biru ini.
Ia melanjutkan, setelah berhasil mengamankan tersangka LS. Warga juga mendengar bahwa Mawar (15) menjadi korban pelecehan seksual yang dilakukan pria bermarga Nainggolan. Warga yang emosinya sudah memuncak, akhirnya menjemput tersangka di rumahnya.
"Awalnya itu, mamaknya korban kedua (Mawar, red) pernah cerita kalau anaknya dilecehkan juga, dia ceritanya sama Kepling (kepala lingkungan, red), tapi belum buat laporan resmi ke polisi. Warga yang geram itu pun menjemput si Nainggolan itu dari rumahnya. Malam itu juga, mamaknya Mawar (disamarkan) buat laporan resmi ke polisi dan pelaku langsung dibawa ke Polres Simalungun," lanjutnya menceritakan sembari berharap agar tak ada lagi kejadian serupa dikemudian hari.
Sementara itu, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kabupaten Simalungun telah melakukan sosialisasi dengan masyarakat, dan mereka telah menghadirkan psikolog untuk melakukan konseling untuk memperbaiki mental para korban. (SN11)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.