Edy juga mengingatkan agar pemerintah berhati-hati dalam menyampaikan informasi kepada publik. Berkaca pada pengalaman pandemi COVID-19, ia menilai komunikasi yang sensasional justru berpotensi memicu kepanikan dan memperbesar disinformasi.
“Kita membutuhkan narasi yang berbasis data dan sains. Edukasi publik jauh lebih penting dibandingkan penggunaan istilah yang dapat menimbulkan kekhawatiran,” ujarnya.
Di akhir pernyataannya, Edy mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menjaga kedisiplinan dalam menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Juga meminta publik mengikuti arahan resmi pemerintah serta tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi, khususnya di media sosial. (*)
Sumber: Parlementaria
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.