MENU
Arti Kata Hugel, Istilah yang Mengubah Nasib Wahyudin Moridu Setelah V...
WA FB
News

Arti Kata Hugel, Istilah yang Mengubah Nasib Wahyudin Moridu Setelah Video 30 Detik Viral

R Editor : Redaksi Sinata | 21 Sep 2025 | 03:10 WIB
Arti Kata Hugel, Istilah yang Mengubah Nasib Wahyudin Moridu Setelah Video 30 Detik Viral
Istilah “hugel” bukanlah kata resmi dalam KBBI, melainkan slang populer di kalangan warganet dan komunitas urban Indonesia.

Sinata.id – Jagat media sosial kembali diguncang oleh video viral berdurasi 30 detik yang menampilkan Wahyudin Moridu, mantan Anggota DPRD Provinsi Gorontalo dari PDIP. Dalam rekaman tersebut, Wahyudin dengan santai menyebut dirinya “merampok uang negara” sambil tertawa bersama seorang perempuan yang ia sebut sebagai “hugel”.

Video itu diambil saat perjalanan dinas menuju Makassar dan kemudian viral setelah disebarkan oleh seorang wanita berinisial D, yang diduga kecewa karena permintaan pernikahannya ditolak.

Arti Hugel

Istilah “hugel” bukanlah kata resmi dalam KBBI, melainkan slang populer di kalangan warganet dan komunitas urban Indonesia. Kata kerap dipakai untuk menyebut pasangan gelap atau selingkuhan yang dibawa secara diam-diam, khususnya dalam konteks hubungan yang tidak sah atau perselingkuhan.

“Hugel” sendiri diduga berasal dari singkatan "hubungan gelap", dan plesetan kata bahasa Inggris “hug” (pelukan) yang kemudian diadaptasi secara fonetik, atau dari istilah jalanan yang berkembang di media sosial.

Di banyak unggahan warganet, “bawa hugel” kerap digunakan secara sarkastik untuk menyoroti perilaku tak etis pejabat atau publik figur.

Dalam kasus Wahyudin, istilah ini semakin menambah kontroversi karena mengaitkan perjalanan dinas resmi dengan hubungan gelap.

Permintaan Maaf Bersama Istri Sah

Usai video itu memicu kemarahan publik, Wahyudin tampil di hadapan kamera ditemani istri sahnya, Mega Nusi.

Dalam video klarifikasinya, ia menyampaikan penyesalan mendalam.

“Sesungguhnya saya tidak berniat menyinggung masyarakat Gorontalo. Semua ini murni kesalahan saya. Atas kejadian ini, dari hati yang paling dalam saya memohon maaf,” ujarnya.

Kehadiran Mega, seorang wirausahawan rumahan lulusan S1 Pendidikan Ekonomi Universitas Negeri Gorontalo, juga menjadi sorotan.

Publik menilai langkah Wahyudin mengajak istrinya tampil bersama adalah upaya menyelamatkan citra, alih-alih mempertanggungjawabkan kesalahannya secara pribadi.

Motif Penyebaran Video dan Pemecatan

Ketua Badan Kehormatan DPRD Provinsi Gorontalo, Fikram Salilama, mengungkapkan bahwa motif D menyebarkan video tersebut karena Wahyudin menolak menikahinya.

Video itu pun menjadi bumerang yang berujung pada pemecatan Wahyudin dari PDIP.

Ketua DPP PDIP Bidang Kehormatan, Komarudin Watubun, menegaskan bahwa partai tidak akan mentolerir perilaku kader yang mencederai marwah partai.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.