Washington, Sinata.id - Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan tengah mengintensifkan upaya menekan Kuba dengan mencari mitra di dalam lingkaran pemerintahan Havana untuk membuka jalan negosiasi yang dapat mengakhiri kekuasaan Komunis di negara itu sebelum akhir tahun.
Langkah tersebut muncul setelah Washington menilai posisi Kuba kian rapuh menyusul hilangnya dukungan utama dari Venezuela.
Laporan Wall Street Journal, yang mengutip sumber-sumber terkait, menyebutkan pejabat AS meyakini perekonomian Kuba berada di ambang kehancuran.
Krisis ekonomi yang memburuk dinilai membuat pemerintah Kuba semakin rentan, sekaligus membuka peluang bagi AS untuk meningkatkan tekanan politik dan ekonomi.
Meski belum memiliki rencana konkret untuk merombak rezim Kuba, para pejabat AS memandang penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan konsesi yang mengikutinya sebagai sinyal peringatan bagi Havana.
Operasi tersebut dianggap menunjukkan konsekuensi yang dapat terjadi jika Kuba memilih untuk terus menentang tekanan Washington.
"Saya sangat menyarankan mereka membuat kesepakatan. Sebelum terlambat," ujar Trump dalam unggahan di media sosial pada 11 Januari.
Dalam pernyataan yang sama, Trump menegaskan tidak akan ada lagi pengiriman minyak atau dana ke Kuba.
Sejalan dengan pendekatan tersebut, pejabat AS dilaporkan telah menggelar pertemuan dengan kelompok-kelompok pengasingan Kuba di Miami dan Washington.
Pertemuan itu bertujuan mengidentifikasi individu di dalam pemerintahan Kuba yang dinilai berpotensi bersedia bernegosiasi dengan AS.
Wall Street Journal juga melaporkan bahwa operasi penangkapan Maduro diduga melibatkan bantuan dari orang dalam.
Selain itu, serangan militer AS di Caracas disebut menewaskan 32 tentara dan operator intelijen Kuba yang bertugas melindungi Maduro.
Penilaian intelijen AS menggambarkan kondisi ekonomi Kuba sangat memprihatinkan, ditandai dengan kelangkaan bahan kebutuhan pokok, obat-obatan, serta pasokan listrik.
Washington disebut berencana memperparah tekanan dengan menghentikan aliran minyak dari Venezuela dan menargetkan misi medis Kuba di luar negeri yang selama ini menjadi sumber utama devisa negara tersebut.
"Para penguasa Kuba adalah kaum Marxis yang tidak kompeten yang telah menghancurkan negara mereka sendiri dan mereka mengalami kemunduran besar dengan jatuhnya rezim Maduro yang selama ini mereka bantu pertahankan," kata seorang pejabat Gedung Putih.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.