MENU
AS Serang Fasilitas Militer Iran, Kuwait Hadapi Ancaman Rudal dan Dron...
WA FB
Berita

AS Serang Fasilitas Militer Iran, Kuwait Hadapi Ancaman Rudal dan Drone

T Editor : Tigor Munthe | 01 Jun 2026 | 16:49 WIB
AS Serang Fasilitas Militer Iran, Kuwait Hadapi Ancaman Rudal dan Drone
Ilustrasi. (Ist)

Jakarta, Sinata.id - Ketegangan di kawasan Teluk kembali meningkat setelah militer Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap sejumlah fasilitas militer Iran yang disebut mengancam jalur pelayaran internasional.

Di saat yang sama, Kuwait mengumumkan berhasil menghadapi serangan rudal dan drone yang memicu sirene peringatan udara di seluruh negeri.

Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) menyatakan bahwa pada Sabtu dan Minggu mereka melakukan serangan yang diklaim sebagai tindakan pertahanan diri terhadap radar Iran serta fasilitas komando dan kendali drone di wilayah Goruk dan Pulau Qeshm, dekat Selat Hormuz.

Menurut CENTCOM, jet tempur AS menghancurkan sistem pertahanan udara Iran, stasiun kendali darat, dan dua drone yang dinilai menimbulkan ancaman langsung terhadap kapal-kapal yang melintas di kawasan strategis tersebut.

Militer AS menegaskan tidak ada personel mereka yang terluka dalam operasi tersebut.

Iran merespons dengan keras. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan telah menargetkan pangkalan udara yang digunakan AS untuk melancarkan serangan terhadap menara komunikasi mereka di Pulau Sirri, Teluk Persia.

IRGC juga memperingatkan bahwa respons Iran akan jauh lebih besar apabila Washington kembali melakukan tindakan yang dianggap sebagai agresi.

Situasi semakin memanas setelah militer Kuwait mengungkapkan bahwa negaranya menghadapi serangan rudal dan drone yang bersifat permusuhan.

Meski tidak menjelaskan secara rinci lokasi pencegatan, kantor berita resmi Kuwait, KUNA, melaporkan sirene serangan udara terdengar di berbagai wilayah negara tersebut.

Pekan lalu, Iran diketahui telah menargetkan pangkalan udara di Kuwait sebagai balasan atas operasi militer AS yang diklaim bertujuan menghalangi aktivitas penebaran ranjau dan ancaman rudal terhadap jalur pelayaran di Teluk.

Di tengah eskalasi militer, upaya diplomasi antara Washington dan Teheran masih berlangsung.

Presiden AS, Donald Trump, sebelumnya menyatakan kedua negara semakin dekat menuju kesepakatan permanen pasca-gencatan senjata yang mulai berlaku pada 8 April.

Namun hingga kini belum ada kesepakatan resmi yang diumumkan. Pertemuan Trump dengan para penasihat seniornya pada Jumat lalu untuk membahas perpanjangan gencatan senjata berakhir tanpa keputusan final.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.