MENU
Awal Tahun Langsung Panas, IHSG Pecah Rekor Tertinggi Sepanjang Sejara...
WA FB
News

Awal Tahun Langsung Panas, IHSG Pecah Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah

R Editor : Redaksi Sinata | 05 Jan 2026 | 20:02 WIB
Awal Tahun Langsung Panas, IHSG Pecah Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah
pasar saham-min (1)

Sinata.id - Pasar saham Indonesia membuka tahun 2026 dengan catatan agresif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat tajam dan menutup perdagangan Senin (5/1/2026) di level 8.859,19, naik 1,27 persen sekaligus mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah.

Sejak pembukaan, IHSG nyaris tanpa hambatan bergerak di zona hijau. Indeks sempat bergerak di kisaran 8.732 hingga akhirnya menancap kuat di level tertinggi intraday yang juga menjadi rekor baru. Optimisme pelaku pasar terlihat solid meski tekanan eksternal global belum sepenuhnya mereda.

Aktivitas transaksi turut mencerminkan antusiasme investor. Nilai jual beli saham menembus Rp30,32 triliun dengan volume 70,26 miliar saham yang berpindah tangan dalam 4,01 juta kali transaksi. Di tengah euforia pasar saham, rupiah justru ditutup melemah tipis 0,09 persen ke level Rp16.740 per dolar AS.

Dari sisi pergerakan saham, mayoritas emiten bergerak positif. Tercatat 446 saham menguat, 246 saham melemah, sementara 114 saham stagnan. Kinerja sektor menjadi penopang utama lonjakan indeks.

Sektor barang baku tampil sebagai motor penggerak dengan penguatan 2,62 persen, disusul sektor energi yang naik 2,31 persen dan sektor transportasi menguat 2,01 persen. Sektor konsumen nonprimer juga ikut menanjak 1,66 persen, sementara sektor kesehatan menguat 1,62 persen.

Lonjakan IHSG kali ini tidak lepas dari kontribusi saham-saham berkapitalisasi besar. Emiten tambang dan energi menjadi penyumbang poin terbesar, diikuti saham perbankan dan telekomunikasi papan atas. Pergerakan saham big caps inilah yang membuat laju indeks terlihat begitu percaya diri.

Saham-saham unggulan dalam indeks LQ45 turut menyemarakkan reli pasar. Sejumlah emiten kesehatan, tambang, energi hijau, hingga konsumsi mencatat kenaikan signifikan dan mempertegas dominasi saham-saham berfundamental kuat dalam pembentukan rekor baru IHSG.

Sentimen positif juga datang dari pasar regional. Bursa Asia secara umum ditutup menguat. Indeks Kospi Korea Selatan melonjak lebih dari 3 persen, Nikkei Jepang menguat hampir 3 persen, disusul penguatan bursa China, Thailand, Filipina, Singapura, hingga Hong Kong. Arus optimisme regional ini ikut mengalir ke pasar domestik.

Dari dalam negeri, data inflasi menjadi katalis penting. Inflasi Indonesia pada Desember 2025 tercatat 2,92 persen secara tahunan, dengan inflasi bulanan mencapai 0,64 persen. Indeks Harga Konsumen berada di level 109,92, menandakan permintaan domestik yang tetap kuat di akhir tahun.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.